Lagi, Tim Totosik Bongkar Prostitusi Online di Tempat Penginapan -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Lagi, Tim Totosik Bongkar Prostitusi Online di Tempat Penginapan

editor: nox_nino
04 Maret 2020

Tersangka bersama rekannya saat berhasil diamankan Tim Totosik Polres Tomohon di salah satu penginapan di Kota Tomohon.


Tomohon, KOMENTAR.ID

Untuk kesekian kalinya, Tim URC Totosik Polres Tomohon kembali membongkar praktek prostitusi online dengan menggunakan aplikasi "Michat", pada Rabu (04/03-2020), sekitar pukul 00.30 Wita di salah satu penginapan di Kelurahan Walian.

Dalam kesempatan tersebut, tim URC Totosik Polres Tomohon mengamankan satu tersangka, termasuk beberapa rekannya untuk memuluskan aksi tak terpuji mereka tersebut.

Kapolres Tomohon ketika dikonfirmasi harian ini melalui Katim URC Totosik Polres Tomohon, Bripka Yanny Watung Sdb pun membenarkan hal tersebut.

Dijelaskan Watung, para tersangka prostitusi online yang diamankan pihaknya saat itu berjumlah tiga orang.

"Adapun identitas tersangka utama yakni MSP alias Mawar (nama disamarkan), warga Desa Botumoputi Kecamatan Tibawa Gorontalo, CCL warga Lansot dan IP warga Kema Minahasa Utara," jelas Katim.

Menurutnya, modus operandi yang digunakan para tersangka yakni mencari pelanggan dengan menggunakan aplikasi Michat.

"Diketahui, tim URC Totosik sebelumnya sudah mengendus modus operandi mereka dengan melakukan penyelidikan tentang maraknya prostitusi pada penginapan-penginapan yang ada di Kota Tomohon. Hasilnya, kami berhasil mengamankan para tersangka setelah tim kami berhasil membongkar modus kejahatan mereka berkat laporan masyarakat sekitar," tukas Watung.

Lanjutnya, dari pengakuan awal para tersangka, ternyata mereka sudah sebulan lebih melaksanakan kegiatan ilegal tersebut.

"Aksi mereka terbilang cerdik, karena sebelum mengadakan transaksi mereka menggunakan rekan-rekan mereka untuk memantau calon tamu yang akan datang ditempat tersebut," kata Watung.

Ditambahkannya, dari pengakuan awal, seorang tersangka mengaku jika setiap hari melayani minimal dua orang tamu dengan tarif diatas Rp 500 ribu.

"Saat ini seluruh tersangka sudah kami giring ke Polres untuk ditindaklanjuti unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," pungkasnya.