Kisah Elly Lasut: Antara Politik, Penjara, Bupati dan Sosok yang Paling Dia Benci -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Kisah Elly Lasut: Antara Politik, Penjara, Bupati dan Sosok yang Paling Dia Benci

editor: komentar.id
Minggu, 08 Maret 2020

dr Elly Engelbert Lasut, Bupati Kabupaten Talaud. (Istimewa/Dokumentasi Pribadi)

Melonguane, KOMENTAR.ID

Elly Engelbert Lasut ternyata baru tahu dirinya akan benar-benar menjadi Bupati Talaud, dua hari sebelum pelantikan. Saat itu dia dihubungi langsung Mendagri Tito Karnavian. 

“Saya dilantik pada Rabu 26 Februari dan saya dikabarkan Pak Mendagri Tito Karnavian, dua hari sebelumnya,” ungkap Elly Lasut. 

Mendengar kabar itu, Elly masih ragu dan terbesit rasa kurang percaya. Dia lantas meminta Mendagri menerbitkan radiogram sebelum kabar pelantikan itu diinformasi ke keluarga termasuk wakilnya Moktar Arunde Parapaga.

“Sampai esok harinya, Selasa, radiogram itu belum juga diterbitkan. Pagi sampai siang belum ada. Nantilah Selasa sore baru terbit. Makanya Pak Moktar harus terburu-buru ke Jakarta. Pak Moktar juga sempat tanya, somo bawa baju (pelantikan),” celetuk Elly sembari tertawa.

Elly mengaku sempat gusar menunggu pelantikan resmi dirinya sebagai Bupati Talaud. Sampai-sampai dia harus setengah pasrah menunggu pelantikan itu.

Namun kuasa Tuhan berkehendak. Sehari sebelum ditelepon Mendagri, Elly mengikuti isteri beribadah. Dalam ibadah itu, dia berdoa khusus untuk mengampuni semua orang yang dibencinya. Khotbah dari pendeta saat itu juga menekankan tentang pentingnya memaafkan dan mengampuni sesama.

“Saya berdoa dan mengampuni semua orang yang saya benci, termasuk yang tidak mau melantik saya. Saya berdoa khusus dan kuasa Tuhan bekerja. Esoknya, hari Senin, saya mendapat kabar pelantikan dari Mendagri. Stafnya Mendagri menelepon saya. So lama kita cari-cari tu Mendagri, namun berkat doa, Mendagri akhirnya yang mencari dan mengabarkan soal pelantikan itu,” seloroh Elly. 

Elly percaya doa dengan ucapan syukur dan permohonan besar kuasanya. Apalagi dalam doanya, dia sungguh-sungguh mau mengampuni orang yang dibencinya.

Mengampuni orang yang paling dibenci memang sulit dilakukan. Apalagi ketika dirinya masih berada di dalam penjara.

Di penjara, Elly mengisahkan dirinya harus terus merenung. Elly Lasut yang dulunya bupati terbaik se Indonesia tahun 2007, harus jatuh sampai berada di titik terendah.

Namun beruntung, dalam kondisi super galau dan harus mendekam di penjara, ada sosok isteri yang setia dan selalu menguatkan. Sang isteri Telly Tjanggulung bahkan menitip lagu tentang sebuah keyakinan bahwa suatu saat dirinya akan dipulihkan oleh Tuhan.

“Ku imani kau Tuhan penyembuhku, ku yakini kau Tuhan yang memulihkan, ku percaya Kau briku kekuatan, sungguh engkau Tuhan pembelaku..,” ungkap Elly menyanyikan refrein lagu tersebut.

“Dulu, Elly Lasut adalah bupati termuda dan terbaik se Indonesia, bukan terbaik di Sulut, tapi di Indonesia tahun 2007. So begitu, kita pe isteri juga seorang bupati. Kita berpikir saat itu dorang ada angka pa kita pake balon gas. Hidup di atas dengan segala kemuliaan dan kenyamanan. Namun tiba-tiba harus jatuh. Balon gas itu tiba-tiba seperti ditusuk Tuhan hingga jatuh,” kisah Elly.

Dalam suka dan duka, Elly Lasut setia didampingi isteri tercinta Telly Tjanggulung. (Dokumentasi Pribadi)

Elly mengaku tahu persis alasan dirinya dipenjara saat itu, termasuk dalang dan orang-orang di belakangnya. Namun dalam fase ini, Elly meyakinkan dirinya agar tidak ada orang yang harus dipersalahkan. Tidak ada orang yang harus dia dendam. Tidak ada orang yang harus dia libatkan. Elly pun menanggung semua itu sendiri dan harus mendekam di penjara. 

“Beberapa hari setelah keluar penjara, ada seseorang yang datang. Yang datang itu bos pe anak. Anak dari orang yang kita janji dan tunggu-tunggu, kalo kita keluar penjara, bakudapa di hutan ada dia deng harimau, dia yang lebe dulu kita bunuh. Itu kita pe pikiran waktu di penjara,” ungkapnya.

Kemudian orang itu menurut Elly meminta dirinya untuk bertemu ayahnya di rumah dinas. Mendengar permintaan itu, Elly pun mengaku heran.

“Dalam hati kita bilang bukan main, kita do baru pulang, kita tahu apa yang orang itu ada bekeng, kong skarang dia pangge bakudapa?” celotehnya.

Namun, Elly pun teringat janjinya kepada Tuhan saat di penjara, untuk mengampuni orang-orang yang sangat dibencinya. Elly kemudian bertemu dengan bapak dari seseorang tadi di sebuah rumah dinas. 

“Dan saat bertemu, lama torang da baku haga. Dia haga pa kita, kita haga tampa laeng. Kita haga pa dia, dia haga tampa laeng. Saat itu, kita bilang, pak Elly Lasut sangat menderita di penjara. Isteri, anak dan juga keluarga juga menderita. Tapi skarang kita mo bilang pak, samua itu kita so lupakan, samua so berlalu, Elly Lasut so maafkan,” katanya.


Sepekan usai dilantik, Elly Lasut kemudian menyambangi wilayah Porodisa yang akan dipimpinnya. Saat itu, puluhan ribu warga Talaud menjemput dan mengarak bupati pilihan mereka dari Bandara Melonguane hingga ke rumah pribadinya.

Sambutan yang tulus dari warga ini membuat Elly Lasut merasa plong. Perasaan lelah yang menyelimuti perjuangan panjangnya, menjadi terobati. 

Kisah Elly Lasut ini sendiri diungkapnya saat didaulat membawakan sambutan dalam ibadah KKR yang dipusatkan di Melonguane Kabupaten Talaud, Sabtu (07/03-2020) malam.

Elly Lasut hadir dan memberi kesaksian dalam ibadah KKR di Melonguane Talaud. (Tangkapan Layar Video)

Dalam sambutan itu, Elly membeber perjalanan hidupnya bergelut di dunia politik, di penjara, hingga menjadi bupati, melalui kesaksian di hadapan ratusan warga Talaud di Melonguane, termasuk Wabup Talaud Moktar Arunde Parapaga yang turut hadir dalam KKR itu.

***