Bupati Boltim Siapkan 8 Peti Mati untuk Warga yang ‘Keras Kepala’ -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Bupati Boltim Siapkan 8 Peti Mati untuk Warga yang ‘Keras Kepala’

editor: dax_dacko
Jumat, 27 Maret 2020

Pembuatan peti mati dilakukan para pekerja di Bolaang Mongondouw Timur, Sulawesi Utara. Konon delapan peti mati ini akan dilepas di jalanan. (Daud Timpal/Komentar.ID)

Tutuyan, KOMENTAR.ID 

Bupati Bolaang Mongondouw Timur (Boltim), Sulawesi Utara, Salim Sehan Landjar tegas terjadap warga yang tidak mengindahkan protokol pemerintah mengenai social distancing mencegah Covid-19. 

Ia menyiapkan peti mati dan akan ditempatkan di delapan titik, dalam tujuh kecamatan Boltim. Sehan bermaksud, peti-peti itu bermaksud mengirim pesan kematian bagi warga yang ‘keras kepala’ dan merasa Coronavirus sebagai hal sepele. 

“Itu sebagai isyarat kepada masyarakat, apabila mereka tidak patuh berdiam diri di rumah, maka bersiaplah untuk menempati peti mati,” ungkap Sehan, Jumat (27/3/2020), di Boltim. 

Bupati Boltim Sehan Landjar memantau proses pengerjaan peti mati. (Tangkapan Layar Video)

Peti berwarna hitam, dari tripleks setebal 6 milimeter itu diberi tulisan peringatan. “Jika anda tidak patuh untuk diam di rumah, maka anda akan menempati peti mati,” isi tulisan di permukaan peti mati yang dipamer Sehan, saat proses pembuatan berlangsung. 

Sehan tidak sekadar menyuruh warganya tenang di rumah. Mengantisipasi kemungkinan warga menderita kelaparan sebagai dampak anjuran diam di rumah, Sehan mengalokasikan anggaran Rp15 miliar. Rinciannya, Rp11,6 miliar untuk sembako. Sisanya untuk operasional.  


“Itu stimulus untuk warga. Ada 10 ribu keluarga di Boltim yang akan kita siapkan sembako selama perberlakuan kebijakan diam di rumah,” tandas Sehan. 

Simak pernyataan Bupati Boltim Sehan Landjar lewat video yang direkam redaksi.


***