Bawaslu tak Punya Anggaran, Pilkada di Kabupaten Minsel Terancam Ditunda -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Bawaslu tak Punya Anggaran, Pilkada di Kabupaten Minsel Terancam Ditunda

editor: Jandry Kandores
Selasa, 03 Maret 2020

Anggota Bawaslu Minsel, Franny Sengkey SE. (File Komentar.ID)

Amurang, KOMENTAR.ID

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sedang menyiapkan konsep penerbitan rekomendasi penghentian tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati di kabupaten tersebut.

Alokasi anggaran melalui hibah yang tak kunjung dicairkan Pemkab Minsel, menjadi alasannya.

Kordiv Hukum Bawaslu Minsel Franny Sengkey SE menjelaskan, konsep rekomendasi penghentian dan penundaan Pilkada Minsel ini menjadi opsi, sehubungan banyaknya program dan agenda pengawasan sejak Januari-Februari tidak dilakukan karena ketiadaan anggaran.

“Maret sampai April nanti adalah tahapan faktual calon perseorangan dan pemutahiran data pemilih. Tahapan ini adalah tahapan vital dan membutuhkan pengawasan yang ketat dan bila tidak ditopang dengan anggaran maka pengawasan tidak akan dilakukan,” tegasnya via WhatsApp, Selasa (03/02-2020).

Di samping itu, ia juga mengaku akan memberi masukan untuk melakukan penundaan pengukuhan PPL yang rekrutmennya sedang berlangsung. 

"Resiko apapun akan kami ambil termasuk belum mengukuhkan pengawas desa, sebab kepastian anggaran tidak kunjung muncul," ujar Putra Tompasobaru ini.

Konsep penghentian tahapan ini akan segera dikonsuktasikan ke Bawaslu RI, DKPP dan Kemendagri.

“Sesuai undang-undang domain dan tanggung jawab pengawasan Pilkada Minsel adalah wilayah Bawaslu Minsel. Jadi dengan kewenangan ini maka kami pun siap mengusulkan penundaan Pilkada, sehubungan alasan keuangan yang tidak ada," ujar Sengkey.

Sebagaimana diketahui, alokasi anggaran untuk Pilkada Minsel tak kunjung muncul karena polemik keuangan antara DPRD dan Pemkab Minsel.

(kid)