Anies Babak Belur di Banjir Jakarta, PSI Dapat Panggung -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Anies Babak Belur di Banjir Jakarta, PSI Dapat Panggung

editor: komentar.id
Minggu, 01 Maret 2020

Anies Baswedan (kacamata hitam), Gubernur DKI Jakarta memantau banjir. Foto: Dok. 

Jakarta, KOMENTAR.ID —
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di-bully habis-habisan di sos media (sosmed). Serangan verbal dan cercaan warganet nyaris membikin Anies babak belur dalam persoalan klasik banjir Jakarta. 

Sejumlah kalangan menilai, banyak tokoh dan politisi tak perlu kelelahan meraup elektabilitas pribadi dan kelompok, cukup dengan menyerang Anies. “Naik di mimbar, pegang pengeras suara lalu berkata-berkata tentang Anies. Pulang dapat pujian,” ungkar Farhat Kurniawan, aktivis kota Tangeran Selatan, Minggu (1/3/2020). 

Ia mengatakan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) paling beruntung selama Anies memimpin Jakarta. “Mereka (PSI) memiliki banyak isu yang bisa digoreng kemana saja untuk meraup simpati masyarakat. Jarang kita menemukan PSI berbicara solusi,” sambung dia. 

Pengamat Sosial Politik Muslim Arbi berpendapat, seharusnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut turun tangan untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta. Pasalnya, Arbi menyebut, Jokowi pernah dua kali berjanji untuk menuntaskan masalah banjir di Ibukota. Pertama, saat masih menjadi Walikota Solo dan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI.

Kedua, Jokowi kembali berjanji menyelesaikan masalah banjir ketika mencalonkan diri sebagai presiden. Kala itu Jokowi masih menjabat Gubernur DKI.
"Ini saya bukan pro siapa-siapa ya. Tapi yang saya perhatikan adalah, dua kali (Jokowi) janji kan masalahnya. Jadi ketika di Solo dan di DKI," kata Arbi di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

"Artinya ini kan janji yang diucapkan di depan publik, kan begitu. Itu kan pak Jokowo sudah berjanji, terlepas dari apapun itu harus dipenuhi," sambung Arbi.

Karenanya, Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) ini menegaskan bahwa masalah banjir bukan hanya menjadi tanggung jawab Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Artinya persoalan Jakarta itu bukan semata-mata tanggung jawab gubernur. Karena Gubernur Jakarta sebelumnya jadi presiden. Nah si presiden itu harus menunaikan janji-janjinya, itu masalahnya," ujar Arbi.

"Ini kan bukan persoalan pro Anies atau tidak pro Anies, tetapi bahwa janji ketika di Solo dan ketika jadi gubernur untuk memberesi macet dan banjir di Jakarta itu harus dipenuhi, itu masalahnya," jelasnya.

Lanjut Arbi, akibat Jokowi tidak memenuhi janjinya itu, Gubernur Anies yang selalu disalahkan. "Kalau tidak, ini kan yang selalu disalahkan kan gubernur. Padahal ada janji presiden yang lebih besar daripada itu masalahnya kan gitu," pungkasnya. (kid)