Warga BMR: Aneh, ‘Kecap’ DOB Muncul Tiap Lima Tahun -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Warga BMR: Aneh, ‘Kecap’ DOB Muncul Tiap Lima Tahun

editor: komentar.id
Kamis, 27 Februari 2020


Peta administrasi Bolaan Mongondouw Raya / Foto: Google Image

Kotamubagu, KOMENTAR.ID —

Isu Daerah Otonomi Baru (DOB) Bolaang Mongondouw Raya (BMR) timbul secara siklis. Isu ini kerap muncul lima tahunan dan saat kontestasi Pilkada Sulawesi Utara tengah berlangsung. Warga BMR memandang, DOB menjadi isu strategis yang dapat menjadi instrumen politik untuk merebut kepercayaan publik. “Pasca Pilkada, DOB BMR akan tenggelam dengan sendirinya. Topik ini cuma hangat dan memanas selama tahapan pilkada berlangsung,” ujar Arifin Paputungan, warga Kotamubagu, Kamis (27/2/2020). 

Warga menyadari, DOB BMR cukup ampuh untuk meraup suara pemilih di tanah Totabuan. “Makanya ada kandidat yang gemar jualan kecap DOB BMR. Lima tahun lalu saat kampanye Pilkada, DOB BMR juga dijajak habis-habisan di mimbar kampanye. Karena Provinsi BMR itu impian masyarakat Totabuan,’’ sambung dia. 

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam kunjungan kerja ke Bolaan Mongondouw, Senin lalu menyampaikan dukungan pembentukan Provinsi BMR. Olly dan Wakil Gubernur Steven Kandouw mendorong terwujudnya pembentukan Provinsi, jika moratorium DOB dicabut pemerintah pusat.
“Kalau pemerintah sudah cabut moratorium pembentukan daerah otonom baru, pertama kali yang akan jadi adalah Provinsi Bolaang Mongondow Raya,” ujar Olly, Senin (24/2/2020) di Desa Kopandakan II, Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolmong.

Ia menambahkan, pemekaran daerah otonom baru dalam rangka mendekatkan pelayanan masyarakat. “Jadi tidak perlu takut, selama saya jadi gubernur, tidak ada yang menghalang-halangi terbentuknya PBMR. Karena tujuan kami bekerja, bagaimana rakyat sejahtera,” tandas Olly. (kim)