Usai Pesta Miras, AS Tewas Ditikam Mr X -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Usai Pesta Miras, AS Tewas Ditikam Mr X

editor: rolly_sondakh
Minggu, 23 Februari 2020

Foto Korban kasus penganiayaan di Desa Kalasey. (File Humas Polresta Manado)

Manado, KOMENTAR.ID

Naas nasib MS alias Marselino dan AS alias Sepang, kedua warga Kalasey I itu harus dilarikan ke Rumah Sakit setelah mendapat tindak penganiayaan dengan menggunakan barang tajam dari pelaku yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya (Mr X).

Kejadian sekira pukul 03.00 Wita tersebut terjadi di ruas jalan raya depan Kantor BPTP Kalasey II, sesuai dengan laporan yang masuk ke petugas SPKT Polresta Manado Jumat 21 Februari 2020, sekira pukul 04.00 subuh.

Adapun kronologis kejadian berawal dari korban bersama rekan-rekannya yang berjumlah 4 Orang hendak pulang ke Desa Kalasey I, setelah selesai melaksanakan pesta miras di depan rumah keluarga Berhandus Rumimpunu di Desa Kalasey II jaga VI Kecamatan Mandolang. Kemudian pada saat korban bersama temannya berada di depan kantor BPTP tiba-tiba di hadang oleh pelaku yang tidak dikenal.

Menurut keterangan saksi Viara Mamesah, saat saksi akan masuk kamar bermaksud untuk istirahat, tiba-tiba saksi mendengar suara orang meminta tolong, lalu menuju suara minta tolong tersebut. Selanjutnya saksi melihat para pelaku hendak naik keatas mobil Avanza Felos Merah Maron dan ranmor roda dua. Maksud hati ingin mendekati para pelaku, tiba-tiba salah satu pelaku langsung mengeluarkan kata-kata "deng ngana satu" sambil menunjukan pisau yang di pegang oleh pelaku. 

Melihat itu, saksi langsung lari kerumahnya. Tidak lama setelah para pelaku melarikan diri, saksi langsung menuju TKP dan mendapati korban Marselino Suatan yang sedang terbaring di atas aspal dengan kondisi bersimbah darah.

Diketahui saat ini korban Andre Sepang (24) meninggal pada hari Minggu (23/02/2020) sekitar pukul 05.07 Wita akibat luka tikaman di bagian belakang sebanyak 4 luka tikaman.

Kapolsek Pineleng Iptu Gian Wiatma Jonimandala saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut. "Saat ini pelaku dalam pengejaran tim Paniki dan Buser Polresta Manado, dan sedang dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara," tandas Kapolsek.

(*)