Tukang Fitnah Rektor Unima Diringkus Polda Metro Jaya -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Tukang Fitnah Rektor Unima Diringkus Polda Metro Jaya

editor: komentar.id
Selasa, 18 Februari 2020

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat memberi keterangan pers, Selasa (18/02-2020). (Istimewa/Jakartanews.ID)

Jakarta, KOMENTAR.ID

Dosen Universitas Negeri Manado berinisial DSR (48) diringkus aparat Polda Metro Jaya karena memfitnah rektornya sendiri. DSR disangka menyebar informasi hoax melalui akun Facebooknya yang menyebut ijasah sang rektor, palsu.

"Pelapornya rektor langsung, Julyeta Amalia (Runtuwene). Dia Rektor Universitas Negeri Manado yang melaporkan bahwa dia di fitnah dan dicemarkan nama baiknya melalui medsos," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di Polda Metro Jakarta, Selasa (18/02-2020).

Melansir Indozone.co.id dan Jakartanews.ID, kasus ini bermula pada tahun 2016 lalu, saat korban baru menjabat sebagai rektor di Universitas Manado. 

Dua tersangka berinisial DSR dan RFJR (47) menggelar aksi demonstrasi di Jakarta. Aksi yang berisi pencemaran nama baik sang rektor berlangsung di depan Istana Negara, Ombudsman RI dan Kementerian Ritekdikti. 

Keduanya juga menyebarkan berita bohong yang menyebut ijazah sang rektor itu palsu melalui akun Facebook tersangka.

"Kemudian setelah demo yang bersangkutan memposting di medsos di FB dengan menggunakan akun si tersangka sendiri memposting tentang ijazah palsu yang dimiliki oleh rektor tersebut," jelas Yusri.

Setelah mendapat informasi, polisi mulai menyelidiki kasus itu. Ternyata korban memikiki ijazah asli dan terbukti tidak menggunakan ijazah palsu seperti yang dituduhkan oleh para tersangka.

Singkat cerita, polisi menangkap kedua tersangka di Manado. Usut demi usut, ternyata salah satu tersangka itu merupakan dosen di Universitas Negeri Manado.

"Iya dosen di Universitas Negeri Manado yang inisial DSR. Semuanya orang Manado karena mereka datang dari sana ke sini untuk demo saat itu tahun 2016 saat baru naik rektornya," kata Yusri.

Saat ini, polisi masih menyelidiki kasus termasuk mencari motif utama para tersangka memfitnah rektornya sendiri. 

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 310 KUHP atau 311 UU nomor 19/2019 UU ITE dan Pasal 36 junto 51 UU 11/2008 dengan ancaman hukum 7 tahun penjara.

(kid/*)