TPA Ilo-Ilo 4 Kali Gagal Tender, Ayub Ali: BP2JK Tidak Becus -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

TPA Ilo-Ilo 4 Kali Gagal Tender, Ayub Ali: BP2JK Tidak Becus

editor: rolly_sondakh
Selasa, 04 Februari 2020


Kondisi TPA Ilo-Ilo di Minahasa Utara tak kunjung selesai dibangun. Inzet: RDP di Kantor DPRD Sulut, Selasa (04/02-2020). (Rolly Sondakh/Komentar.ID)

Manado,KOMENTAR.ID

Anggota Komisi III DPRD Sulut Ayub Ali menyoroti Balai Pelaksanaan Pemilihan Jasa Konstruksi Sulut terkait dengan proses tender proyek TPA Regional Ilo-Ilo Wori Minahasa Utara (Minut). Menurutnya, mega proyek tersebut adalah salah-satu program jebolan pemerintah, yang sangat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sulut pada umumnya.

Untuk itu kata Ayub bahwa, perlu ada peran aktif dari instansi terkait yang berkaitan dengan kinerja serta mekanisme proyek bernilai Rp 152 Milliar itu.

"Ini adalah mega proyek, jadi siapapun yang sudah berani mengambil jabatan itu, harus bekerja keras hingga terealisasi. Karena anggaran sebesar itu yang sudah didapatkan sayang kalau akan dikembalikan hanya dengan alasan yang mengambang dari BP2JK," semprot Ayub pada Rapat Dengar Pendapat Selasa (04/02/2020) bersama dengan BP2JK Sulut yang dihadiri langsung kepala BP2JK Rahman Jamil.

Tidak sampai disitu saja, Ayub juga menyebutkan kalau kinerja seperti itu akan menimbulkan preseden buruk bagi pemerintah dengan tidak becusnya mengawal program.

"Ini preseden buruk bagi pemerintah, apalagi sampai sekarang tidak ada progres atau hasil sesuai dengan harapan masyarakat. jadi perlu dipertanyakan, balainya yang tidak becus atau ada kendala apa," seru Ayub kembali.

Terpisah anggota komisi III Amir Liputo mengatakan, hal ini akan ditindaklanjuti ke Kementrian PUPR Pusat, agar ada solusi dan jalan keluar yang pasti. 

"Kita tahu bersama kalau persoalan ini sudah bertaraf nasional, yang sifatnya emergency. Dan tidak bisa dibiarkan, karena kita tidak bisa menahan produksi sampah," tandas Liputo diruang kerjanya saat diwawancarai wartawan.

Diketahui, sebelumnya kepala BP2JK Rahman Jamil memberikan keterangan atas pertanyaan dari komisi penyebab proyek tersebut bisa sampai 4 kali gagal tender. 

"Setelah 4 kali di lakukan tender, dari kementerian nyatakan gagal dikarenakan dari 4 perusahaan yang mendaftar tidak memenuhi syarat. Baik dari sisi teknis maupun personil, dan itu memang wewenang dari kementrian pusat sebagai pengguna anggaran, termasuk penunjukkan langsung sesuai dengan Perpres nomor 16 tahuh 2018, pasal 51 ayat 10 dalam hal tender seleksi ulang dinyatakan gagal maka penguna anggaran atau kuasa pengguna anggaran melakukan penunjukkan langsung dengan kriteria kebutuhan tidak dapat ditunda dan tidak cukup waktu untuk melaksanakan. Jadi harus ada persetujuan PA dalam hal ini adalah Menteri," beber Rahman.

(red)