Rektor Unsrat Hadiri Rakornas Ristek-Brin 2020 di Tangerang Selatan -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Rektor Unsrat Hadiri Rakornas Ristek-Brin 2020 di Tangerang Selatan

editor: komentar.id
Rabu, 05 Februari 2020

Rektor Unsrat Prof Ellen Kumaat di acara Rakornas Ristek-Brin, di Tangerang Selatan. (Istimewa/Dokumentasi Pribadi)

Manado, KOMENTAR.ID

Dunia pendidikan tinggi memang harus selalu meningkatkan setiap aspek yang ada di dalamnya, seperti aspek Invensi dan Inovasi yang berguna untuk pembangunan nasional secara berkelanjutan. 

Untuk itu, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek-Brin) mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ristek-Brin 2020.

Kegiatan ini diselenggarakan sejak Rabu (29/01-2020) dan berakhir Kamis (30/01-2020) di Gedung Graha Widya Bhakti Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Rakornas Ristek-Brin 2020 ini dihadiri oleh 75 Rektor dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia, 47 Direktur Politeknik dan Akademi Negeri se-Indonesia, 14 Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), 14 Rektor Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Cluster Mandiri se-Indonesia, beserta tamu undangan lainnya .

Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA mengatakan Rakornas Ristek-Brin 2020 ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan integrasi penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menghasilkan invensi serta inovasi untuk pembangunan nasional  secara berkelanjutan.

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutan dalam rakornas. (Istimewa/Dokumentasi Unsrat)

Adapun Presiden RI Joko Widodo dalam sambutanya mengharapkan Kemenristek/BRIN memelihara, memperbaharui, dan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur litbangjirap untuk mendukung transformasi ekonomi.

“Penyatuan Litbang KL dan LPNK ke dalam BRIN untuk mencegah riset yang duplikasi, berskala kecil, berorientasi penyerapan anggaran, debirokratisasi penelitian menuju lembaga litbangjirap yang lebih lincah dan fleksibel,” terangnya seraya meminta penyederhanaan regulasi untuk menciptakan ekosistem litbangjirap yang kondusif.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Prof Bambang Brodjonegoro PhD menambahkan, program Riset dan Inovasi diharapkan dapat menghasilkan Teknologi Tepat Guna, peningkatan nilai tambah dan hilirisasi dan substitusi import dan peningkatan tingkat kompnen dalam negeri.

Adapun Rakornas 2020 dari Kemenristek/BRIN dihadiri oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Hj DR (HC) Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, dan 7 Menteri Kabinet Indonesia Maju.

(lib)