PLN Anjurkan Pelanggan Teliti Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik Prabayar -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

PLN Anjurkan Pelanggan Teliti Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik Prabayar

editor: komentar.id
Sabtu, 22 Februari 2020

Manager ULP PLN Kawangkoan, Jacky Undeng. (Istimewa/Dokumentasi Pribadi)

Minahasa, KOMENTAR.ID

Manajemen PLN menganjurkan pelanggan agar membaca dengan teliti Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik Pascabayar (PJBTLP), saat menandatangani permohonan penyambungan baru. Saran itu untuk menghindari pemutusan aliran listrik maupun pencabutan meteran listrik.

"Semua pekerjaan yang dilakukan PLN sesuai prosedur yang berlaku. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk memahami isi Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik Pascabayar, agar tidak timbul kesalahpahaman," ungkap Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kawangkoan, Jacky Undeng, Sabtu (22/02-2020).

Kata Undeng, PLN terus menyosialisasikan isi perjanjian antarpelanggan dan PLN.!Sosialisasi melalui penyebaran Pamflet maupun bekerja sama dengan pihak kelurahan.

PLN lanjut Undeng, menghendaki kedua belah pihak sama-sama menyadari hak dan kewajiban saat menandatangani kesepakatan bersama, dimana PLN menyediakan aliran listrik, sedangan pelanggan membayar pemakaian listrik pada tanggal jatuh tempo, sesuai dengan tagihan yang ada.

"Jadi, tolong dipahami juga, ketika sudah lewat masa bayar tagihan, tentu PLN punya standar prosedurnya. Begitu juga dengan meter listrik. Kan jelas disebutkan jika meter adalah milik PLN, sehingga jika ada pelanggan yang sudah tak membayar kewajiban, maka kami berhak untuk mengambilnya, sembari menunggu pelunasan tagihan. Artinya, semua sudah sesuai prosedur," jelas dia.

Undeng pun menawarkqnnsolusi kepada masyarakat yang kesulitan membayar setiap bulan, untuk bermigrasi ke listrik prabayar atau lebih dikenal dengan meteran pulsa listrik.

"Nanti, pelanggan yang mengatur sendiri pemakaiannya. Tidak ada sanksi dan denda," pungkas Undeng.

(hut)