Pala Tinoor Meregang Nyawa di Kebun Cengkih Tutuyan Boltim -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Pala Tinoor Meregang Nyawa di Kebun Cengkih Tutuyan Boltim

editor: dax_dacko
Minggu, 23 Februari 2020

Jenazah korban berada di Puskesmas Tutuyan Boltim. (Daud Timpal/Komentar.ID)

Boltim, KOMENTAR.ID

Seorang kepala lingkungan di Kelurahan Tinoor Satu Kota Tomohon, ditemukan tak bernyawa di Kebun Cendana Dampal, Desa Tutuyan Kecamatan Tutuyuan, Bolaang Mongondow Timur, Minggu (23/02-2020).

Saat ditemukan, korban dalam kondisi tak bernyawa dengan posisi tertelungkup memegang gelas dan sendok makan.

“Saat ditemukan saya langsung menghubungi keluarga korban yakni Aben Purukan di Tututan,” ujar Adri saksi mata sekaligus orang pertama yang menemukan korban.

Kapolsek Kotabunan Kompol Didi Prasongko ketika dikonfirmasi mengatakan saat ditemukan korban memang sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Saat itu juga polisi dibantu masyarakat secara gotong-royong memandu tandu menuju ke lokasi yang bisa dijangkau dengan kendaraan.

“Jenazah korban selanjutnya kami bawa ke Puskesmas Tutuyan,” ujarnya.

Setelah dicek, korban akhirnya diketahui bernama Rudi Legi (49) yang bekerja sebagai Kepala Jaga (Lingkungan) 5 Desa Tinoor 1 Tomohon.

Sementara, Reine Trisye Pangkey istri korban terlihat sulit menyembunyikan kesedihan yang menimpa suaminya tersebut.

"Dia kasiang orang rajin. Bayangkan sedang ba kobong di Boltim, dia suka. Tapi Tuhan berencana lain," ujar Pangkey dengan nada sedih di Puskesmas Tutuyan, Minggu (23/02-2020) malam.

Suasana duka mendalam keluarga korban di Puskesmas Tutuyan. (Daud Timpal/Komentar.ID)

Lurah Tinoor Satu Steven Karundeng didampingi keluarga mengaku sangat berduka dengan kejadian ini.

Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian dan masyarakat Tutuyan yang sudah membantu mulai dari menemukan hingga membawa jenazah korban ke Puskesmas Tutuyan.

“Malam ini juga kami akan membawa warga kami ke Tinoor,” ujar Lurah Karundeng.

Sedangkan Kapolsek Kotabunan Kompol Didi Prasongko mengatakan, dugaan sementara korban meninggal saat hendak mengambil air usai makan dan terjatuh.

***