Musda Golkar, SAS Dinilai Paling Layak Cawali Tomohon -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Musda Golkar, SAS Dinilai Paling Layak Cawali Tomohon

editor: rolly_sondakh
Minggu, 16 Februari 2020

Ketua DPD Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu dan Wakil Walikota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan di Kantor Golkar Manado. (File Komentar.ID)

Manado,KOMENTAR.ID

Nama Syerly Adelyn Sompotan atau SAS terus mendapat signal positif untuk menjadi calon tunggal dalam Pilkada Tomohon. Betapa tidak, nama SAS lagi-lagi diperkenalkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Christiany Eugenia Paruntu atau CEP kepada peserta Musyawarah Daerah (Musda) X yang berlangsung di Hotel Four Point Manado 14-15 Februari 2020.

"Saya perkenalkan ya, di sini ada ibu SAS, Calon Walikota (Cawali) Tomohon dan juga ada ibu Mika Calon Bupati Minahasa Selatan" ujar CEP Sabtu (15/2/2020) disambut sorak peserta Musda.

Tidak hanya itu saja, dirinya hanya memperkenalkan kader yang dikenalkan. "Yang lain, silahkan memperkenalkan diri," kata CEP yang pada kesempatan itu terpilih kembali memimpin DPD partai berlambang pohon beringin periode 2020-2025 itu.

Sementara, Miky Wenur dan Jilly Eman yang juga mengisi bursa Cawali dari Partai Golkar diminta untuk memperkenalkan diri sendiri.

Dengan begitu, SAS makin berpeluang menjadi calon yang bakal diusung Golkar pada perhelatan Pilkada Tomohon. Pasalnya, diantara tiga bakal calon Walikota Tomohon yang mengikuti Musda tersebut hanya nama SAS yang disebut dan diperkenalkan oleh Ketua DPD Golkar Sulut yakni CEP.

"Itu signal positif buat SAS, apalagi SAS adalah kader potensial yang mumpuni," kata AB salah-satu kader Golkar.

Sementara itu ditemui disela kegiatan Musda, SAS mengaku dirinya sangat siap untuk menghadapi hajatan Pemilihan Walikota (Pilwako) Tomohon tahun 2020.

"Saya sangat siap untuk maju dan menangkan Partai Golkar di Kota Tomohon dalam Pilwako 2020 nanti," terang srikandi yang disebut-sebut salah-satu kader terbaik Golkar itu.

Meski begitu, SAS juga tetap menyerahkan segala keputusan oleh Pimpinan Pusat Partai berlambang beringin itu.

"Tetap keputusan ada di pimpinan, saya akan berproses dengan arahan dan ketentuan partai. Apa lagi saya ini asli kader partai, bukan karbitan," kuncinya.

(jow)