Kemana Penanganan Alkes Kotamobagu di Polda Sulut? -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Kemana Penanganan Alkes Kotamobagu di Polda Sulut?

Jumat, 28 Februari 2020

Polda Sulut.

Manado, KOMENTAR.ID

Dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan kembali terjadi di Sulut. Kali ini, Kotamobagu diduga kuat diterpa kasus yang merugikan uang negara. 

Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan Kotamobagu tahun anggaran 2018, diduga bermasalah hingga belakangan ditangani aparat hukum.

Kasus tersebut diproses Polda Sulut. Bahkan, tim Polda Sulut menindaklanjuti dengan turun langsung mengecek data dan pengadaan barang. 

Sebab, pengadaan Alkes tersebut terbilang lumayan besar karena mencapai miliaran rupiah untuk Rumah Sakit dan Puskesmas yang ada di Kotamobagu. 

Diduga terjadi permainan hingga disinyalir terjadi tindak pidana korupsi. Parahnya lagi, dugaan tersebut terjadi akibat adanya mark up harga hingga yang tidak sesuai dengan spesifikasi barang.

Informasi yang diperoleh, saat pemeriksaan intensif yang digelar penyidik Polda, berkas penting terkait data Alkes ditengarai disembunyikan oknum-oknum berkompeten di Dinkes Kotamobagu disalah satu kios yang berada didepan kantor, sehingga tak tersentuh penyidik. 

Parahnya lagi, salah satu staf yang mengetahui penerimaan Alkes disinyalir disembunyikan hingga tidak dimintai keterangan.

Namun sayang belakangan penanganan kasus terkesan "tenggelam". Sebab, intensitas penyelidikan berkurang sehingga muncul kabar tak sedap bahwa kasus tersebut "hilang" dari meja penyidik.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Jules Abraham Abast, dikonfirmasi menegaskan kasus tersebut sedang dalam penyelidikan. ""Kasus masih penyelidikan," tegas Jules melalui pesan Whatsapp.

Disisi lain, Jhon Pade, salah satu pegiat antikorupsi Sulut, mendesak Polda untuk menseriusi dugaan tersebut, karena uang negara diduga kuat dikebiri akibat praktik oknum yang disinyalir sengaja meraup keuntungan pribadi dari pengadaan tersebut."Saya berharap masalah ini mendapat perhatian dari penegak hukum untuk dituntaskan hingga ke pengadilan,"desak Pade.