Ini Jawaban KWI Soal Ustad S3 Vatikan -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Ini Jawaban KWI Soal Ustad S3 Vatikan

editor: komentar.id
Kamis, 20 Februari 2020

Logo KWI/google image


Jakarta, Komentar.ID -

Topik S3 Vatikan masuk ke jajaran topik terpopuler di media sosial Twitter. Sebab, beredar unggahan banner seorang ustad bernama Bangun Samudra yang tertulis lulusan jenjang pendidikan doktor atau strata 3 (S3) Vatikan.

Mengenai topik S3 Vatikan yang diperbincangkan netizen, Romo Jost Kokoh melalui akun Twitter pribadinya @RomoJostKokoh mempertanyakan mengapa banyak orang yang percaya dengan gelar yang didapat Bangun Samudra.

“Kenapa umat beragama di sini mudah sekali dibohongi? Contoh jelas: Dia pernah di Seminari Garum-Blitar (SMA) & hanya 1 tahun artinya tidak lulus! Setelah mualaf, tahu-tahu muncul sebagai ustad & mengaku mantan pastor (pastor genius lulusan S3 Vatikan). Anehnya ribuan orang langsung percaya begitu saja," cuitnya.
Banner Ustad Bangun Samudra yang beredar di Media Sosial

Menanggapi kelakar netizen soal S3 Vatikan itu, Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengatakan untuk mendapat gelar doktor di bidang Teologi dari Vatikan tak bisa sembarangan.

"Iya sangat tidak sembarangan [penyematan gelar doktor Teologi]. Pastor atau suster mesti diseleksi dan diutus oleh lembaga keuskupan untuk belajar Ilmu Teologi di Vatikan," kata Sekretaris KWI, Paulus Christian Siswantoko saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (19/2).

Nama Vatikan memang tidak terdaftar sebagai Lembaga Pendidikan, melainkan Kota Vatikan adalah negara kecil dengan jumlah penduduk tidak lebih dari seribu orang. Vatikan menganut sistem politik monarki oleh Paus dan dia satu-satunya monarki di Eropa yang memegang legislatif, eksekutif, serta yudikatif.

Paus ialah Uskup Romawi, pengganti Pangeran Apostles, Paus tertinggi gereja seluruh dunia, dan raja negara Kota Vatikan.

Mengutip dari berbagai sumber, ada beberapa universitas dan sekolah doktoral teologi Katolik yang memberikan gelar S3 seperti Th.D. dan Ph.D. gelar akademik yang lebih lazim di kalangan rohaniwan Katolik.

Ada juga gelar S.T.D., Doctor of Sacred Theology (Doktor Teologi Suci), yang dianugerahi oleh universitas-universitas dan fakultas-fakultas teologi yang diberi wewenang oleh Vatikan. 

Mengutip dari laman Facebook Mualaf Center Indonesia, ustaz Bangun Samudra sendiri sebelumnya dikenal dengan nama Romo Christian. 

Dalam informasi tersebut, tertulis ustaz Bangun Samudra adalah lulusan SMA Katolik Santa Maria Surabaya, Sekolah Pastor Tingkat Menengah Santo Vincentius, Surabaya, Sekolah Tinggi Pastor Santo Giovanni, Surabaya, hingga Sekolah Tinggi Pastur Katolik, Saint Peters Vatikan Roma. (***)