E2L, Jebolan Sukamiskin Pertama yang Menerima Mandat Rakyat -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

E2L, Jebolan Sukamiskin Pertama yang Menerima Mandat Rakyat

editor: komentar.id
Rabu, 26 Februari 2020

dr Elly Engelbert Lasut. (Istimewa/*)

Jakarta, KOMENTAR.ID

Bupati Kepulauan Talaud Dr Elly Engelbert Lasut (E2L) mencatat sejarah baru. Selain tiga kali dilantik sebagai bupati di daerah yang sama, E2L merupakan mantan narapidana kasus korupsi yang menerima mandat rakyat Talaud menjadi kepala daerah melalui proses demokrasi yang sah. 

Sebenarnya hampir menyerupai E2L, yakni Bupati Kudus Muhammad Tamzil kasus korupsi dana bantuan sarana-prasarana pendidikan Kabupaten Kudus serta jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Kudus. 

Lalu Bupati Tulung Agung Syahri Mulyo pernah menjadi narapidana perkara fee proyek. Dan Walikota Tomohon Jeffrey Jeferson Rumayar. Hanya saja Bupati Kudus tidak dikirim ke Sukamiskin. Sedangkan Rumayar dan Syahri terpilih masih sebagai tersangka korupsi dan belum menerima putusan tetap pangadilan. 

Sejumlah kalangan menilai, jebolan Lapas Sukamiskin ini menjadi refleksi publik bahwa rakyat masih melihat secara jernih mengenai kejujuran konstruksi perkara hukum yang menjerat E2L dalam  kasus APBD 2009 Talaud. 

“Ketika publik tanah air menghukum napi korupsi, saat yang sama masyarakat memercayai E2L untuk memimpin Talaud. Artinya, rakyat mengerti status napi korupsi yang melekat ke E2L itu lahir dari rahim yang pernah diragukan dalam konteks hukum,” jelas aktifis muda Sulut, Donny Daniel Lasut (D2L), di Manado, Rabu (26/02-2020).

Ia mengatakan, pelantikan E2L juga mengirim pesan ke publik, bahwa status mantan napi korupsi memiliki derajat yang sama untuk dipilih lagi menjadi pemimpin. 

“Ini bukti bahwa rakyat melihat visi seorang pemimpin yang lebih jauh ke depan. Bukan prahara masa lalu yang syarat kepentingan dan intervensi politik,” tegas D2L. 

Diketahui, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melantik pasangan Elly Engelbert Lasut-Moktar Parapaga sebagai Bupati-Wakil Bupati Talaud, di Kemendagri, Rabu pagi. 

Pelantikan ini sebagai buntut penolakan Pemprov Sulut yang bersikukuh E2L sudah dua periode memimpin. “Kita harus lantik karena sudah sesuai aturan dan rakyat Talaud butuh kepastian hukum,” kata Karnavian.


(kid)