Walikota Manado: Incinerator Dioperasikan Sampai TPA yang Dijanjikan Pemprov Sulut Dibangun -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Walikota Manado: Incinerator Dioperasikan Sampai TPA yang Dijanjikan Pemprov Sulut Dibangun

editor: komentar.id
Jumat, 24 Januari 2020

Walikota Manado GS Vicky Lumentut (putih) memantau uji coba pengoperasian Incinerator di Kecamatan Wanea, Jumat (24/01-2020) siang. (File Komentar.ID)

Manado, KOMENTAR.ID

Incinerator atau alat pembakar sampah yang baru dibeli Pemerintah Kota Manado, mulai diuji coba pengoperasiannya. Dari lima unit yang dibeli, proses uji coba pertama dilakukan untuk Incinerator yang ada di Kecamatan Wanea, Jumat (24/01-2020) siang tadi.

Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut DEA menjelaskan, Incinerator ini akan dimanfaatkan untuk membakar sampah yang dikumpulkan wilayah kecamatan.

Ditegaskannya, penggunaan alat ini akan berhenti setelah Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Regional yang dijanjikan Pemprov Sulut dibangun di Kabupaten Minahasa Utara, selesai dibangun.

“Saya memilih sampah dibakar sambil menunggu selesainya TPA Regional karena di Kota Manado tidak ada lagi lahan yang layak untuk TPA,” jelas Vicky Lumentut diwawancarai wartawan di lokasi uji coba, Kecamatan Wanea, siang tadi.

Dia menjelaskan, yang disyararkan Kementerian Lingkungan Hidup adalah Incinerator yang mampu menghasilkan suhu panas pembakaran hingga 800 derajat celcius. Di bawah 800 derajat celcius, tidak boleh dioperasikan karena itu akan menimbulkan polusi.

“Alat ini ketika dioperasikan secara perlahan akan naik hingga mencapai standar yang ditentukan. Dan ini yang sedang kita uji coba. Kalau hasilnya masih di bawah 800 (derajat celcius), tidak boleh dipakai,” ungkapnya.

Walikota memberi keterangan pers kepada sejumlah wartawan disela uji coba pengoperasian Incinerator di Kecamatan Wanea, Jumat (24/01-2020). (File Komentar.ID)

Diketahui ada lima unit Incinerator yang dibeli Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado dengan banderol anggaran APBD 2019 mencapai Rp 11,025 miliar. 

Namun ditengarai kuat, proses pengadaan Incinerator dilakukan dengan mekanisme penunjukan langsung atau PL dan bukan melalui proses tender proyek.

Terhadap hal ini, Kepala DLH Manado Treesje Mokalu SPd MAP menjelaskan, proses PL akhirnya ditempuh setelah dua kali gagal dilakukan tender atau lelang terhadap proyek ini.

(kid)