Sulawesi Utara Waspadai Anthrax! -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Sulawesi Utara Waspadai Anthrax!

editor: komentar.id
Senin, 20 Januari 2020

Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sulut dr Debie KR Kalalo (dua kiri) diwawancarai wartawan. (Istimewa/RRI.co.id)

Manado, KOMENTAR.ID

Penyakit Anthrax yang mulai mewabah di daerah lain di Indonesia hingga kini belum ditemukan di Sulawesi Utara. Namun begitu, Sulut tetap perlu mewaspadai gejala penyakit yang ditularkan hewan ke manusia ini.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Sulut dr Debie KR Kalalo melalui Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) dr Steven Dandel menjelaskan, upaya pencegahan terus dilakukan pihaknya dengan mewaspadai hewan-hewan yang potensial menularkan penyakit Anthrax, seperti sapi.

"Kita patut bersyukur karena belum ditemukannya gejala penyakit anthrax di Sulut. Tapi kita tetap mewaspadai. Khusunya mengamati hewan yang sakit atau bahkan mati. Kami berharap informasi dari masyarakat, agar wabah penyakit ini dapat segera ditangani," katanya di Kantor Dinkes Sulut, Senin (20/01-2020) siang.

Tanda-tanda gejala Anthrax menyerang tubuh manusia. (Istimewa/Kompas.com)

Dijelaskan, gejala penyakit Anthrax kini ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara daerah terdekat yang ditemukan gejala penyakit ini adalah di Gorontalo, medio tahun 2017.

Namun, menurut Kabid P2P Dinkes Sulut, selain Anthrax, gejala penyakit lain yang kini diwaspadai oleh Sulut adalah Corona Virus, yang berasal dari hewan namun dapat menular dari manusia ke manusia.

"Khusus corona virus ini, kita juga patut mewaspadai kedatangan wisatawan manca negara khususnya yang datang dari Cina. Ada kejadian di Wuhan penularan corona virus ini. Karena itu perlu di antisipasi juga kedatangan wisatawan dari sana yang masuk ke Sulut. Sudah ada alat scanner di Bandara Sam Ratulangi untuk memeriksa wisatawan luar negeri yang masuk ke Sulut," tambahnya.

Sementara, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan (PDHI) Sulut dr Hana Olly Tioho MSc menambahkan, pihaknya terus berupaya mencegah masuknya wabah anthrax ke Sulut dengan terus mengamati hewan-hewan yang potensial menularkan Anthrax, yaitu sapi dan juga kambing.

"Kita bersyukur karena sampai saat ini belum ditemukan gejala anthrax di Sulut. Kami juga terus mengawasi hewan-hewan yang potensial menularkan antrhax yaitu sapi dan kambing," katanya. 

Khususnya pengawasan di daerah perbatasan lebih ditingkatkan pengawasannya. Mengingat di Gorontalo pernah ditemukan adanya penyakit anthrax ini.

Namun begitu, Ketua PDHI Sulut menginformasikan juga, bahwa dokter hewan di daerah ini sangat minim jumlahnya, khususnya yang berkaitan dengan hewan yang menularkan anthrax.

Dijelaskannya, di Sulut hanya ada beberapa dr hewan untuk penyakit ini, di Manado, Minsel, Minahasa dan Bolmong dan Bitung hanya memiliki masing-masing satu dokter. Hanya Tomohon yang memiliki dua dokter. Selebihnya di daerah lain di Sulut hanya memiliki dokter hewan THL.

"Hal ini juga kami mohon mendapat perhatian dari instansi terkait agar pengawasan dapat lebih dimaksimalkan," katanya. 

(kmh)