Komisi III Geram Dirut PT Sulenco Menyamar Jadi Pekerja -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Komisi III Geram Dirut PT Sulenco Menyamar Jadi Pekerja

editor: rolly_sondakh
Selasa, 21 Januari 2020

Hearing Komisi III DPRD Manado Bersama PT Sulenco. (File Komentar.ID)

Manado,KOMENTAR.ID

Komisi III DPRD Kota Manado geram dengan sikap PT Sulenco yang dinilai menggangap remeh tugas Komisi Bidang Pembangunan, hal itu menyusul masih beraktivitasnya pekerjaan proyek setelah keluar rekomendasi pemberhentian sementara oleh instansi terkait dikarenakan keluhan dan laporan dari masyarakat Kelurahan Paal Dua Kecamatan Paal Dua. Rekomendasi itu keluar disebabkan PT Sulenco dalam melakukan aktivitas pekerjaan tidak disertai ijin-ijin yang lengkap.

Bahkan, Direktur Utama PT Sulenco Abdul Aziz tidak mengakui dirinya ketika bertemu dengan Komisi III DPRD Manado saat turlap awal Bulan Januari silam.

"Saya kaget kalau anda adalah dirut, sebab kemarin bertemu saat turlap anda mengatakan hanya sebagai pekerja , dan pimpinan tidak berada di tempat. Padahal saat itu kami sedang bertugas, jangan anggap remeh pekerjaan kami," kata Ketua Komisi III Ronny Makawatak yang memimpin hearing Senin (20/01/2020) kemarin.

Senada disampaikan oleh personil komisi Jurani Rurubua. Jurani menegaskan bahwa sikap pimpinan PT Sulenco secara tidak langsung menghalangi tupoksi DPRD.

"Saya ingat beberapa kali bertanya soal pimpinan saat itu, tapi anda sendiri sebagai dirut rupanya tidak ingin menyelesaikan persoalan dengan tidak jujur. Dan ini bisa dikatakan menghalangi pekerjaan lembaga dewan," seru Jurani.

Meski begitu, komisi III menghimbau agar PT Sulenco bisa melengkapi ijin, agar supaya pekerjaan berjalan baik dan lancar. "Sikap dari DLH sudah benar dalam hal mengingatkan pihak perusaha soal ijin, maka dari itu sebagai investor harusnya mendukung program pemerintah dibidang pembangunan," tandas Jeane Sumilat.

Kegiatan itu dipimpin ketua komisi Ronny Makawata, didampingi Wakil Ketua Lilly Binti dan Sekretaris Royke Anter, diikuti para anggota komisi Jurani Rurubua, Jeane Sumilat, Lucky Datau, Mona Kloer dan Fredrik Tangkau serta dihadiri oleh pejabat lingkup pemkot manado.

(red)