Kawalo Support Kinerja Komisi III Ungkap Tuntas Masalah Incinerator DLH Manado -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Kawalo Support Kinerja Komisi III Ungkap Tuntas Masalah Incinerator DLH Manado

editor: komentar.id
Selasa, 21 Januari 2020

Anggota DPRD Manado Fraksi PDIP, Hengky Noch Kawalo SE. (File Komentar.ID)


Manado, KOMENTAR.ID 

Anggota Komisi II DPRD Manado Hengky Noch Kawalo SE mensupport penuh kinerja rekan-rekan sejawatnya di Komisi III untuk mengungkap tuntas masalah pengadaan Incenerator berbanderol Rp 11,5 miliar di Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado.

Politisi gaek PDIP ini bahkan mensupport komisi bidang pembangunan itu untuk menguliti secara mendalam terkait faedah dari pengadaan alat pembakar sampah tersebut.

“Saya sangat mensupport teman-teman di Komisi III. Persoalan ini memang harus diusut, bahkan diusut dari perencanaannya. Apa faedah dari semua ini?” tegas Kawalo kepada wartawan via telepon, Rabu (21/01-2020) sore.

Menurut dia, untuk saat ini pengadaan Incinerator itu belum memberikan faedah yang jelas bagi daerah. Ini karena perencanaannya yang tidak dilakukan secara matang. 

“Harusnya direncanakan dengan matang. Bukan cuma soal listrik, tapi juga kita ketahui bersama Incinerator tidak boleh sembarang dioperasikan. Tidak boleh alat itu dipasang di tempat umum atau di pemukiman masyarakat. Nah saya melihat semua ini terlanjur terjadi karena perencanaannya yang kurang baik. Tapi, saya percaya teman-teman di Komisi III akan mampu mengatasi persoalan ini,” beber Kawalo.

Di satu sisi dia menilai DLH Manado tergesah-gesah mengadakan Incinerator tersebut hanya untuk menyelamatkan realisasi penyerapan anggaran yang telah tertata.

“Sebenarnya jangan cuma agar realisasi anggaran di instansi itu terserap dengan baik atau bahkan 100 persen di akhir tahun anggaran. Bukan begitu. Tertib administrasi anggaran bukan seperti itu. Harusnya mengedepankan asas manfaat atau faedah terhadap proyek Incinerator tersebut,” tukas legislator senior di DPRD Manado ini.

Diketahui, DLH Manado di akhir tahun 2019 telah membeli lima unit alat pembakar sampah atau Incinerator dengan banderol anggaran Rp 11,5 miliar. Namun, proyek dengan anggaran sebesar ini diduga kuat hanya dilakukan dengan mekanisme penunjukan langsung atau PL dan bukan dengan cara tender.

(kid)