Kawalo: Incinerator Terindikasi Barang Bekas, Kerja Komisi III Harus Lebih Straight -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Kawalo: Incinerator Terindikasi Barang Bekas, Kerja Komisi III Harus Lebih Straight

editor: komentar.id
Selasa, 21 Januari 2020

Anggota DPRD Manado, Hengky Noch Kawalo SE. (File Komentar.ID)

Manado, KOMENTAR.ID

Ciutan pedas disampaikan Legislator Komisi II DPRD Manado, Hengky Noch Kawalo SE, terkait proyek pengadaan Incinerator di Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado. Dia menduga, lima unit Incinerator yang sudah dibeli dengan banderol Rp11,025 miliar tersebut, adalah barang bekas. 

“Kalau wartawan berani menulis, silakan ditulis lima unit Incinerator itu diduga kuat barang bekas. Sudah dibeli tapi sampai sekarang masih terparkir dan belum dioperasikan. Mar kita nda yakin kalo ngoni (wartawan) berani mo tulis,” koar Kawalo kepada sejumlah wartawan di Lobi Kantor DPRD Manado, Rabu (21/01-2020) sore.

Menurutnya, lima unit Incinerator tersebut saat ini berada di Kecamatan Wanea, Malendeng, Singkil dan dua unit lagi di Kantor Dinas PUPR Manado. Lalu, dia juga menyentil satu unit Incinerator yang tak berfungsi di Pasar Restorasi Kayu Bulan Malalayang.

“Incinerator itu dibeli dengan harga mahal. Eh, Rp 11 miliar itu bukan doi sadiki, banyak itu, kong cuma PL leh? Tapi apa sekarang, barangnya nda berfungsi. Incinerator juga nda cocok difungsikan di tempat umum atau pemukiman warga,” kelakarnya.

Mantan Ketua Komisi II ini kemudian ikut menyentil kinerja Komisi III. Menurut dia, Komisi III harus bekerja lebih straight atau terarah dalam memecahkan kasus ini.

“Tapi mereka sudah bekerja, hanya saja harus lebih straight. Harus diteliti dari perencanaannya dan sebagainya. Kita nda bilang dorang payah, mar untuk urusan ini kerja mereka harus lebih straight,” tukas Kawalo. 

Diketahui proyek pengadaan lima unit Incinerator telah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado. Namun pengadaan barang ini tidak ditempuh dengan mekanisme tender atau lelang, melainkan hanya dengan cara penunjukan langsung atau PL.

Kepala DLH Manado Treesje Mokalu SPd MAP dikonfirmasi menjelaskan, proyek tersebut terpaksa di-PL, karena sebelumnya sudah dua kali gagal dalam mekanisme tender.

“Itu ada lelang dua kali, tapi gagal. Nah karena waktunya semakin mepet dan Incinerator ini mendesak diadakan, jadi yah,” sebut Mokalu via telepon pekan lalu.

(kid)