Hormati Jasa Pandita Nicolaas Wilken, Pemkot Tomohon Bakal Resmikan Gereja, Monumen dan Pasar -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Hormati Jasa Pandita Nicolaas Wilken, Pemkot Tomohon Bakal Resmikan Gereja, Monumen dan Pasar

editor: nox_nino
Senin, 27 Januari 2020

Walikota Tomohon Jimmy F Eman. Inzet: Pandita Nicolaas Philip Wilken. (Istimewa/Komentar.ID)

Tomohon, KOMENTAR.ID

Untuk menghormati jasa pelayanan Pandita Nicolaas Philip Wilken selama 35 tahun di Kota Tomohon, pemerintah kota bakal meresmikan Gereja Wilken beserta monumen dan penganugerahan nama pasar ekstrim sebagai Pasar Beriman Wilken. 

Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak CA didampingi pemerhati sejarah Kota Tomohon Judie Turambi menjelaskan, penamaan Wilken sendiri untuk mengenang sejarah pekabaran injil di Tomohon sekaligus untuk meningkatkan pendidikan, kepariwisataan dan budaya. 

"Pendirian Gereja Wilken merupakan gereja GMIM yang ke 1000 di Tomohon. Gereja ini adalah pemekaran dari Jemaat GMIM Maranatha Paslaten dinamakan Gereja GMIM Wilken Tomohon. Gereja GMIM Wilken saat ini berlokasi di atas Pasar Wilken. Jemaat ini hasil pemekaran dari Jemaat Maranatha Paslaten,” jelas Walikota Tomohon Jimmy Eman, di Tomohon, Minggu (27/01-2020) kemarin.

Sementara itu, pemerhati sejarah Judie Turambi menerangkan, peran penting Pandita Wilken di Kota Tomohon dalam bidang pendidikan, keagamaan yang mendirikan 20 jemaat sekaligus mengarsiteki langsung  bangunan gereja dan sekolah. 

“Wilken menggoreskan tinta emas bagi perjalanan sejarah masuknya injil dan kristen protestan khususnya di Tomohon. Pandita Nicolaas Phillip Wilken tidak pergi tanpa meninggalkan sebuah jejak permanen,” ungkap Turambi.

Misionaris Protestan Pandita Nicolaus Phillip Wilken adalah tokoh pekabaran injil dan pengembangan persekolahan kristen di Kota Tomohon, yang juga mendapat julukan sang jenderal 4  bintang seperti tertera pada makamnya yang menggambarkan kesuksesannya.

Pandita Nicolaas Philip Wilken meninggal 22 Februari 1878 dan dimakamkan di Kelurahan Talete Tomohon. 

Wilken melanjutkan tugas Johan Adam Matern yang mendirikan jemaat Tomohon pada tahun 1839 dan diperluas oleh Wilken yang membentuk jemaat-jemaat yakni Tataaran 1845, Sarongsong 1846, Lolah 1848, Tateli 1848, Kakaskasen 1849, Lotta 1849, Lahendong 1849. 

Selanjutnya jemaat Tondangow 1852, Rambunan 1853, Pinaras 1854, Pinaras 1854 Rurukan 1854, Leilem 1856, Pangolombian 1858, Kembes 1858, Koka 1859, Tincep 1860, Tinoor 1860, Kayawu, 1861 dan Warembungan 1862 serta Kinilow 1863. 

Saat ini banyak masyarakat hanya mendengar tentang penginjil seperti Riedel di Tondano, Schwarz di Langowan, Ultrech di Minahasa Selatan, Motoling dan di Tomohon ada Johan Adam Mattern termasuk yang paling lama Nicolaas Phillip Wilken.

(nox)