GSVL Luluh Dengar Ada Oma 91 Tahun Nyaris Hanyut di Kampung Ulung Peliang Sangihe -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

GSVL Luluh Dengar Ada Oma 91 Tahun Nyaris Hanyut di Kampung Ulung Peliang Sangihe

editor: komentar.id
Jumat, 10 Januari 2020

Walikota GS Vicky Lumentut berbincang dengan Frets Panguleung, Warga Kampung Ulung Peliang Tamako, yang rumahnya rata tanah disapu banjir bandang. (Jandry Kandores/Komentar.ID)

Tamako, KOMENTAR.ID

Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut DEA luluh hatinya begitu mengetahui seorang oma (nenek) umur 91 tahun nyaris hanyut terbawa banjir bandang di Kampung Ulung Peliang Kecamatan Tamako, Kabupaten Sangihe.

Kesaksian ini diungkap langsung sang anak, Frets Panguleung, kepada Walikota GSVL. “Mama hampir hanyut, ta sisa ada dapa di dekat got (selokan). Hanyut dibawa banjir,” seloroh Frets di hadapan Walikota Vicky Lumentut.

Walikota Vicky Lumentut (dua kiri) di lokasi eks banjir bandang Kampung Ulung Peliang Tamako. (File Komentar.ID)

Namun Frets bersyukur ibunya serta tiga anggota keluarganya selamat dari musibah banjir bandang, meski rumah mereka tinggal kenangan.

“Rumah hancur, nda ada tersisah. Namun bersyukur karena kami semua selamat dari bencana. Makase banyak pak walikota so datang dari Manado dan beri bantuan,” ucap Frets Panguleung.

Walikota Vicky Lumentut bersama tim Pemkot Manado terjung ke lokasi bencana pada Kamis (09/01-2020). Ada dua titik lokasi bencana yang dikunjungi, yakni Kampung Lebo di Manganitu dan Kampung Ulung Peliang di Tamako.

Kandidat calon gubernur ini prihatin atas kejadian yang terjadi. Bersama Pemerintah Kota Manado pun walikota menyerahkan bantuan uang tunai Rp100 juta serta bantuan lainnya.

Walikota GS Vicky Lumentut ditemani Wabup Helmud Hontong dan Ketua Komisi IX Felly Runtuwene didampingi Bupati Sangihe Jabes Gaghana di GMIST Imanuel Ulung Peliang, Kamis (09/01-2020). (File Komentar.ID)

Dalam kunjungan yang diikuti Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene, rombongan sempat beroda dan beribadah singkat bersama warga pengungsi di gedung gereja GMIST Imanuel Ulung Peliang.

Diketahui, di kampung ini ada 6 rumah rusak ratah tanah, kemudian rusak ringan sebanyak 11 rumah dan dimasuki lumpur 13 rumah.

Curah hujan deras yang melanda Wilayah 
Sangihe 3 Januari lalu, menyebabkan terjadinya peristiwa ini. Terinformasi hujan deras mulai terjadi pukul 02.00 Wita dan disusuk banjir dasyat pukul 05.00-06.00.

(kid)