Fakta Baru Diungkap Korban Selamat, Titanic Tenggelam Bukan Karena Gunung Es -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Fakta Baru Diungkap Korban Selamat, Titanic Tenggelam Bukan Karena Gunung Es

editor: komentar.id
Kamis, 23 Januari 2020

RMS Titanic diabadikan 10 April 1912. Inzet: Kapten Edward Smith. (Istimewa/Adage.com)

Jakarta- Kapal mewah milik Inggris, Titanic, masih dibicarakan hingga kini. Banyak pihak meyakini, karamnya kapal tersebut di samudra Atlantik Utara 108 tahun lalu, dipicu lalainya sang kapten hingga menubruk gunung es berukuran raksasa.

Akibatnya, pelat lambung Titanic melengkung ke dalam di sisi kanan kapal, serta mengoyak lima dari 16 kompartemen kedap air. Dua setengah jam kemudian, bahtera itu dibanjiri air laut yang mengalir deras ke dalam tubuhnya.

Titanic akhirnya karam dalam pelayaran perdananya pada 15 April 1912. Dari 2.223 penumpang dan awak kapal, yang selamat hanya 706 orang. Dua pertiganya, yakni 1.517 orang tamat di lautan.

Namun belakangan, dugaan baru muncul. Dikutip dari laman News.com dan KCP100, Kamis (23/01-2020), salah seorang korban selamat, Vaghinak Byurat, pernah mengisahkan gunung es bukanlah penyebab Titanic tenggelam. 

Sebab, sesaat sebelum hal itu terjadi, ia mendengar ada ledakan besar di bagian lambung kapal. Hal yang sama juga dikonfirmasi korban selamat lainnya, Mayor Arthur G Peuchen, yang mendengar suara serupa dari titik yang terbilang sama, yakni lambung kapal. 

Namun, pengakuan para saksi itu seperti ditutup-tutupi. Ada dugaan karena berbeda dari catatan sejarah yang sudah bertahan seabad lebih.

Menariknya, baru-baru ini, jurnalis sekaligus penulis asal Irlandia, Senan Molony mengungkap satu fakta mengejutkan yang secara garis besar membenarkan pernyataan dua saksi selamat tersebut. Ia mengatakan, penyebab kecelakaan Titanic tak sesederhana akibat tabrakan dengan gunung es, lalu tenggelam.

"Namun kombinasi maut dari sejumlah faktor luar biasa yang datang secara bersamaan, seperti api, bongkahan es, dan kelalaian orang yang mengoperasikan," ujarnya.

Dugaan yang diungkap Molony didasarkan pada jejak gelap yang terlihat di sisi kanan kapal pada sejumlah foto yang belum lama ini dilelang. Ia yakin, api di bagian dalam, di ruang mesin, menjadi alasan mengapa bahtera mewah itu menemui nasib nahas.

Dia juga menambahkan, sejak tahun 1912, ada kabar yang menyebut bahwa bekas tubrukan kapal dengan gunung es menciptakan robekan sepanjang 300 kaki atau 91,4 meter di bagian tubuh terluar Titanic. Namun, saat bangkai kapal diperiksa, tak satupun yang mampu menemukan jejak tersebut.

Tak berhenti di situ, David Hill, mantan sekretaris British Titanic Society dan editor jurnal Atlantic Daily Bulletin malah berpendapat bahwa di balik kasus Titanic ada sejumlah fakta yang sengaja ditutup-tutupi. 

Segalanya, kata dia, nampak tidak beres. Lantas mengenai penyebab tenggelamnya kapal, ia juga menyebut kata yang sama, yakni api.

"Pasti ada kebakaran, karena Titanic berlayar pada Rabu, dan hingga Sabtu sebelumnya keberadaan kapal belum dikuak, jadi pasti ada hal besar di baliknya," terang David.

"Itu menunjukkan bahwa bahkan setelah bertahun-tahun, 'kapal tua' ini terus menyajikan hal-hal baru yang harus dipecahkan,” kata dia menambahkan. 

(kid/re2/*)