Utang Luar Negeri Indonesia Tembus 5.614 Triliun -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus 5.614 Triliun

editor: hut_kamrin
Selasa, 17 Desember 2019

Ilustrasi US Dolar/Foto: Google Image

Jakarta, Komentar.ID - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per akhir Oktober 2019 tercatat US$ 400,6 miliar (Rp 5.614,41 triliun dengan kurs saat ini). Angka ini naik 11,9 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Juga lebih cepat ketimbang pertumbuhan September yang sebesar 10,4 %.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, total utang tersebut terdiri dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 202 miliar dan swasta (termasuk BUMN) US$ 198,6 miliar. Dari sisi pemerintah saja, total ULN pada Oktober adalah US$ 199,2 miliar atau tumbuh 13,6 % year-on-year (YoY).

"Pertumbuhan ULN terutama
dipengaruhi oleh peningkatan arus masuk neto asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan penerbitan global bonds pada Oktober 2019. Pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (19%), sektor konstruksi (16,5%), sektor jasa pendidikan (16,1%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,3%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (13,4%)," papar BI.

Sementara dari sisi swasta, posisi ULN pada akhir Oktober 2019 tumbuh 10,5 % YoY, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,7% YoY. Perkembangan ini disebabkan oleh pertumbuhan ULN Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dan Perusahaan Bukan Lembaga Keuangan (PBLK) yang melambat.

Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara (LGA), sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan dan penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,6 %.

"Struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Oktober 2019 sebesar 35,8%, membaik dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya. Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,4 % dari total ULN," tulis laporan BI.

Artikel asli : CNBC Indonesia