Pencanangan dan Sosialisasi Peduli Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hyperaktif (GPPH) pada Anak Digelar di Manado -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Pencanangan dan Sosialisasi Peduli Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hyperaktif (GPPH) pada Anak Digelar di Manado

editor: komentar.id
Senin, 16 Desember 2019

Foto bersama Bagian KSM Psikiatri Faked Unsrat RS Kandou selaku pelaksana kegiatan. (Istimewa/Komentar.ID)

Manado, KOMENTAR.ID

Kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Peduli Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hyperaktif (GPPH) pada Anak dilaksanakan di Manado akhir pekan lalu.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud membangkitkan kepedulian masyarakat tentang GPPH sehingga masyarakat semua dapat menjadikan anak sebagai generasi penerus yang berkualitas di kemudian hari.

“Karena anak adalah aset bangsa sehingga memperbaiki kondisi GPPH anak artinya investasi untuk nusa dan bangsa yang lebih baik,” kata Ketua Bidang Psikiatri RS Prof Kandouw Manado, Dr dr Theresia Kaunang SpKJ (K), Senin (16/12-2019).

Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan dilaksanakan berkaitan dengan Pencanangan dan Sosialisasi Peduli GPPH pada Anak ini. Diantaranya, talk show yang didukung RS Prof Kandow Manado, Dinas Pendidikan Sulut dan Dinas Kesehatan Sulut dengan menampilkan sejumlah pembicara yakni, Dr Joyce Kandow SpKJ (K), Dr dr Theresia Kaunang SpKJ (K), Dr dr Nelly Mayulu, Dr dr Gustav Ratag MSc.

Sekilas diuraikan oleh Dr dr Theresia Kaunang SpKJ (K), hal yang diangkat diantara tentang anak mengalami sulit konsentrasi, hyperaktif dan masalah perilaku tambahan serta mood yang berubah. Hal tersebut menjadi salah satu kondisi yang dapat terjadi pada anak.
Anak dicap bandel atau bodoh oleh lingkungan sekitarnya.

Dijelaskan, sebetulnya anak tidak bodoh dan pintar. Tapi karena ada zat yang tidak stabil di otak nya, maka akan terjadi seperti itu. Diungkapkan, penelitian terakhir di Kota Manado Tahun 2019 sudah mencapai 20 persen anak mengalami kondisi seperti ini.

Diingatkan, jika tidak mengalami penatalaksanaan yang optimal, maka anak sebagai generasi penerus tidak akan berfungsi dengan baik karena ada banyak dampak buruk yang mempengaruhi. Seperti, korban kekerasan, akademis tidak berhasil, padahal pintar.

Anak menjadi nakal dan tidak percaya diri, tidak naik kelas. Anak bisa jadi korban bully. Orang tua tidak dapat mengasuh, banyak kemampuan yang tidak bisa dioptimalkan. Sehingga masa remaja tumbuh buruk dan anak menjadi sosok yang berkepribadian anti sosial/psikopat. Banyak contoh perilaku anak remaja yang berakibat fatal.

Karena itu, kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Peduli GPPH pada Anak ini dilaksanakan untuk dapat mengatasi hal-hal buruk tersebut pada anak. 

***