Maknai Natal, ATS Racing Team Gelar Ibadah dan Diakonia “Jauh di Dusun yang Kecil” -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Maknai Natal, ATS Racing Team Gelar Ibadah dan Diakonia “Jauh di Dusun yang Kecil”

editor: komentar.id
Senin, 16 Desember 2019

Foto bersama anak-anak sekolah minggu dalam rangkaian Ibadah Pra Natal dan Diakonia “Asal Torang Sanang” Racing Team. (Istimewa/Stenly Baculu)

Manado, KOMENTAR.ID

Gaya dan cara lain dilakukan komunitas otomotif Asal Torang Sanang Racing Team (ATSRT) dalam menyambut Natal dan Tahun Baru.

Para personilnya menggelar ibadah Natal dengan berdiakonia di Desa Pomoman Poigar, Sabtu (15/12-2019).

“Karena kita memang hobi melakukan perjalanan yang jauh, jadi dalam menyambut Natal klali ini tak ada salahnya kami beribadah dan berdiakonia di sebuah desa yang jauh nan kecil, yakni di Pomoman Poigar,” ungkap Founder ATSRT, Joudie Watung diamini Ronny Eman melalui WhatsApp, Senin (16/12-2019).

Dalam momentum tersebut, keluarga besar ATSRT menggelar ibadah Pra Natal di GPdI Bukit Hermon dan Jemaat GMIM Bukit Sion.

Ada 25 kepala keluarga (KK) yang mendapat diakonia Natal dari ATSRT termasuk anak-anak sekolah minggu di jemaat tersebut.

Konvoi ATSRT yang terdiri dari kendaraan Hardtop dan Jeep yang telah dimodifikasi. (Istimewa/Stenly Baculu)

Menurut Joudie Watung dan Ronny Eman, diakonia yang dibagikan hanya berupa bahan pokok dan bahan kebutuhan sehari-hari. 

Namun begitu diakonia tersebut merupakan spontanitas yang tulus dari para personil ATSRT. 

“Ini cara kami dalam berbagi kasih dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. Yang kami berikan tidak seberapa, tapi semuanya berasal dari spontanitas kami, dari hati kami yang tulus,” sebut Joudie dan Roman diamini Ricky Robot, Tonny Pongantung, Stenly Baculu dan personil lainnya.

Untuk beribadah dan berdiakonia, rombongan ATSRT harus membedah belantara sebelum sampai ke lokasi. Good job... (Istimewa/Stenly Baculu)

Diketahui, rombongan ATSRT bertolak dari Manado pada Jumat (13/12-2019) malam. Mereka melakukan konvoi secara tertib dengan menggunakan kendaraan yang umumnya jenis Jeep yang telah dimodifikasi.

Rombongan harus melewati jalan yang tak lazim, membedah hutan sebelum tiba di gedung gereja yang konon hanya memiliki delapan kepala keluarga.

(kid)