Korupsi e-KTP Jadi Kasus Terseksi di Era Agus Rahardjo Cs -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Korupsi e-KTP Jadi Kasus Terseksi di Era Agus Rahardjo Cs

editor: hut_kamrin
Selasa, 17 Desember 2019

Terpidana korupsi e-KTP Setya Novanto. Foto: Tempo.co

Jakarta, Komentar.ID - Komisioner KPK pimpinan Agus Rahardjo sebentar lagi akan menutup periode kerja. Di penghujung masa tugas, KPK memapar data dan trending pemberitaan korupsi yang menyita perhatian publik tanah air.
Korupsi e-KTP menjadi perkara yang paling banyak disorot. Sesuai catatan KPK, kasus e-KTP diberitakan 120.881 kali. "Dalam empat tahun terakhir, ternyata isu yang paling mendapat perhatian adalah kasus korupsi e-KTP," tutur Agus saat memaparkan laporan kinerja KPK 2016-2019, di kantornya, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Berita e-KTP mengalahkan pemberitaan tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebanyak 55.626 kali.  KPK dalam empat tahun terakhir melakukan 87 kali OTT. Pada posisi ketiga, isu penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Berita Novel sebanyak 38.436 kali. Menyusul isu revisi Undang-Undang KPK, 22.727 kali; kasus suap Meikarta, 18.512 kali; Peraturan Pemerintah Pengganti UU KPK, 16.876 kali; korupsi PLTU Riau 15.541; seleksi capim KPK, 5.150 kali; polemik Dewan Pengawas KPK, 14.293 kali; dan kasus suap Gubernur Jambi, Zumi Zola, 12.424 kali.

Berita e-KTP berjumlah 10 kali lipat dibandingkan kasus Zumi Zola. KPK memulai penyidikan kasus e-KTP sejak 2014. Awalnya, KPK menetapkan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto menjadi tersangka. Pengembangan kasus ini kemudian menyeret Ketua DPR, Setya Novanto. Drama mobil Setya Novanto menabrak tiang listrik mendapat sorotan publik pada November 2017.

Kasus ini juga menyeret anggota DPR lainnya menjadi tersangka. Sementara, banyak nama anggota DPR disebut dalam kasus ini. Dalam persidangan Setnov menyebut ada aliran dana miliaran rupiah ke beberapa personil DPR RI, yang belakangan sudah menjadi kepala-kepala daerah setara gubernur. (***)