Hebat! Ini Cara Lapas Manado Bikin WBP Sadar Potensi -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Hebat! Ini Cara Lapas Manado Bikin WBP Sadar Potensi

editor: hut_kamrin
Senin, 09 Desember 2019

KOMPAK: Kalapas Manado Sulistyo Wibowo bersama jajaran pegawai dan kepala-kepala seksi. Foto: Dok. Lapas Manado

MANADO--Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado bertekad menumbuhkan jiwa seni dan penghargaan terhadap budaya melalui iven yang melibatkan warga binaan. Bentuk komitmen ini, lapas menggelar aneka perlombaan seni dan budaya. Kegiatan akan dibuka Kepala Lapas Manado Sulistyo Wibowo Bc.IP Spd MSi, Rabu (11/12/2019). Sesuai jadwal, usai pembukaan akan berlangsung perlombaan Lapas Talent Show 2019. Pelombaan terbuka seni dan budaya ini bermaksud mendorong warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk berpartisipasi memeriahkan perayaan Natal 2019. "Kita membuka ruang dan kesempatan yang seluas-luasnya bagi WBP untuk berekspresi, berkreasi mewujudkan kemampuan diri. Ini komitmen kita agar WBP menyadari dan mengembangkan nilai-nilai positif," ungkap Sulistyo, di Lapas Manado, Senin (9/12/2012).
Foto bersama

Ia berharap, momentum perlombaan tahun ini, sungguh-sungguh dimenfaatkan WBP. "Sambil aktif mengikuti kegiatan, kita juga diajak untuk berefleksi dan menghayati makna Natal sebagai pesan perdamaian,   sukacita dan kesederhanaan," imbuh Sulistyo.
Ketua Panitia Natal 2019 Hendra Lumataw SIP Ms.IP mengutarakan, perlombaan Lapas Talent Show 2019, diikuti 17 peserta WBP. "Ada Masamper, vokal grup, singer, fragmen, puisi dan drama singkat. Peserta juga akan berusaha tampil maksimal dengan kostum masing-masing," beber Lumataw.

Pemenang Lapas Talent Show lanjut dia, akan menerima tropi dan hadiah uang tunai.
Selain itu, ada juga perlombaan pernak-pernik Natal yang dapat diikuti sahabat-sahabat WBP muslim. "Bahan yang pakai adalah bahan yang bisa didaur ulang. Karena WBP-nya hidup bersama, jadi perlombaan bersifat untuk umum. Di sini WBP belajar saling memahami, hidup rukun antar umat beragama," singgung dia.

Lumataw menambahkan, puncak kegiatan yakni 27 Desember 2019 yang ditandai dengan ibadah bersama. "Kami berterima kasih kepada semua pihak yang ikut menyokong kegiatan lapas tahun ini," tandas Kasi Registrasi Lapas Manado itu. (***)