Bukan Masalah, PSI (Memang) Mewajibkan Kadernya Publikasikan Dana Reses -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Bukan Masalah, PSI (Memang) Mewajibkan Kadernya Publikasikan Dana Reses

editor: komentar.id
Rabu, 04 Desember 2019

Ketua Umum PSI, Grace Natalie (kanan). (Istimewa/Jawa Pos)

Manado, KOMENTAR.ID

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus menunjukkan jati diri dan eksistensinya sebagai partai moderen di Indonesia. Satu ciri khas partai yang dipimpin mantan jurnalis, Grace Natalie, adalah keterbukaan atau transparansi.

Semua kegiatan yang dilakukan wakilnya di parlemen terkoneksi ke DPP dan DPD PSI melalui layanan aplikasi. Termasuk di dalamnya kehadiran di kantor dan  saat akan mengadakan reses. 

Nah, yang terakhir ini wajib pula hukumnya bagi legislator PSI untuk mempublikasikan anggaran dana reses ke publik. Publikasi dana reses bukan masalah bagi PSI.

 “Benar, setiap anggota dewan PSI wajib mempublish anggaran milik negara termasuk kegiatan reses. Yang satu ini tak bisa ditawar-tawar. Publik perlu mengetahui karena itu uang rakyat,” kata Sekretaris DPW PSI Sulut, Nurjannah Seliani Sandiah kepada wartawan di Manado, Rabu (4/12-2019).

Melansir MegaManado.com, selain ke publik, pertanggungjawaban juga wajib disampaikan setiap legislator PSI ke partai. “Apapun jenis anggarannya, di PSI itu keharusan.  Pemanfaatan uang atau anggaran negara sebagaimana diatur dalam UU memang perlu diketahui masyarakat,” ungkap Nana, sapaan akrab Nurjanah.

Ia mengingatkan seluruh kader PSI di legislatif untuk menaati aturan yang diterapkan partai.  “Wakil rakyat dari PSI di legislatif  tak boleh melakukan perjalanan dinas ke luar negeri menggunakan uang rakyat,” tegasnya lagi.

Nana kemudian mendorong semua legislator PSI bekerja dengan baik dan menunjukkan kepekaan terhadap masyarakat.  

“Jangan makan gaji buta di DPRD, tidak boleh menyeleweng dari aturan partai. Jika melanggar, sanksinya adalah pergantian antar waktu atau PAW,” tukasnya.

Sebelumnya di awal pelantikan,  partai baru ini sudah menyita perhatian publik karena mengembalikan pin emas. 

Legislator PSI di seluruh Indonesia ramai-ramai mengembalikan pin berlogo DPR dan DPRD yang terbuat dari emas.

(kid/*)