Budaya Sulut Dipentaskan di Gerakan Seniman Masuk Sekolah -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Budaya Sulut Dipentaskan di Gerakan Seniman Masuk Sekolah

editor: komentar.id
Sabtu, 14 Desember 2019

Kadis Pendidikan Daerah Sulut, Grace Punuh foto bersama peserta GSMS. (Istimewa/Komentar.ID)

Manado, KOMENTAR.ID

Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar pementasan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2019 di Aula SDM Dikda Sulut, Jumat (13/12/2019).

GSMS yang diinisiasi Kemendikbud sejak 2018 ini di Sulut melibatkan 21 SMA/SMK dari Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah, dr Grace Punuh MKes saat membuka pentas seni tersebut berharap para siswa dapat mengenali dan memahami terutama kesenian daerahnya, kemudian menemukan jati dirinya melalui pembelajaran seni.

“Siswa diharapkan mendapat pengetahuan tentang kerja kreatif sekaligus belajar proses kreatif seniman dalam berkarya sesuai dengan amanat Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, menurut Kadis Dikda, bahwa Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven Kandouw telah mampu mendatangkan berbagai bantuan dari pusat sehingga mampu mendatangkan berbagai bantuan dari pusat.

“Dalam hal ini Kemendikbud guna meningkatkan minat bakat siswa dari dunia seni dan budaya. Bantuan inilah yang sekarang kita akan lihat hasilnya melalui pementasan GSMS,” tukasnya.

Ditambahkan Kepala Seksi PKO dan Pelatihan Mohammad Sadad mengatakan bahwa program Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini harus dipahami bukan sekadar mengajarkan kesenian sebagai proses kreatif kepada para siswa, tetapi juga wahana penguatan karakter melalui penanaman dan penyerapan nilai-nilai positif yang terkandung dalam kesenian itu.

“Program GSMS yang diselenggarakan agar siswa memahami dan dapat mengasah kepekaan terhadap nilai-nilai positif seperti nilai kejujuran, keberanian, solidaritas, dan kebinekaan,“ katanya.

Dia menjelaskan program GSMS mendapat respons positif para seniman, sekolah, dan para siswa. 

“GSMS kami rayakan dengan Pementasan gelar karya siswa bersama berupa, pentas teater, seni tari, seni musik dan seni rupa. Selain itu, mengapresiasi karya para siswa dan seniman yang sudah terlibat dalam program ini,” tuturnya. 

Adapun beberapa sekolah yang mengikuti GSMS antara lain SLBB Damai GMIM (Seni Tari Tradisional Katrili), SMAN 1 Tondano (Seni Musim Kolintang), SLBA Bartimeus Manado (Olah Vocal), SMAN 2 Tompaso (Seni Tari Kreasi Baru), SMAN 1 Remboken (Seni Musik Kolintang), SMKN 1 Tombariri (Seni Tari Tradisional Katrii), SMKN 1 Tomohon (Seni Musim Bambu), SMAN 1 Kawangkoan (Seni Musik Kolintang),SMAN 2 Manado (Seni Sastra Musikalisasi), SMAN 3 Bitung (Seni Musik Masamper),SMKN 7 Manado (Seni Tari Tradisional), SMK Yadika Manado (Seni Musik Kolintang),SMKN 3 Bitung (Seni Teater), SMAN 1 Kauditan (Seni Musik Kolintang), SMKN 4 Manado (Seni Tari Kreatif), SMKN 1 Aermadidi (Seni Musik Kolintang), SMAN 1 Aermadidi (Seni Musik Kolintang), SMKN PP Kalasey (Seni Teater), SMK Kristen 1 Tomohon (Seni Rupa), SMAN 1 Kalawat (Seni Rupa) dan SMK Perintis Manado (Seni Tari Barongsai).

(lib)