Aji Mumpung, Gibran dan Bobby Dianggap Cuma Modal Jokowi Efek -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Aji Mumpung, Gibran dan Bobby Dianggap Cuma Modal Jokowi Efek

editor: hut_kamrin
Senin, 16 Desember 2019

Putra Jojowi Gibran Rakabuming Raka mendaftar maju ke Pilkada Kota Solo.
Foto: ANTARA 

Jakarta, Komentar.ID - Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Walikota Solo. Pendaftaran serupa dilakukan menantu Jokowi, Bobby Nasution sebagai bakal calon Walikota Medan. Keduanya mendaftar di partai yang sama PDI Perjuangan untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2020.

Keputusan Gibran dan Bobby ini menuai beragam penilaian publik ranah air. Itu lantaran baru kali ini anak dan menantu Presiden RI maju di Pilkada.

Direktur Eksekutif Parameter Indonesia, Adi Prayitno menekankan, memang siapapun, termasuk Gibran dan Bobby berhak maju jadi calon kepala daerah. Namun, yang menjadi persoalan, keduanya dianggap aji mumpung dengan figur Jokowi.

"Cuma problemnya, majunya Gibran-Bobby akan menciptakan kompetisi yang tak seimbang. Keduanya sudah punya bekal electoral memadai, karena Jokowieffect. Sementara, kandidat lain harus memulai dari zero," kata Adi kepadaVIVAnews, Minggu 15 Desember 2019.

Dia menganalisis, kemungkinan besar dengan modal sebagai anak-mantu Jokowi, dua figur itu bisa mendapatkan kemudahan dalam dukungan politik. Parpol selaku pengusung, juga kemungkinan akan pragmatis, karena berpikir potensi menang.

"Apalagi, niat nyalon pilkada, otomatis pasti banjir dukungan," tutur Adi.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menyebut, tak salah bila ada anggapan majunya Gibran-Bobby ini, berarti Jokowi memulai membangun oligarki dan dinasti politik. Meski di satu sisi, tak ada yang salah dengan kesiapan majunya Gibran-Bobby.

"Kita masih ingat, dulu Jokowi pernah bilang, keluarganya tak akan berpolitik. Tetapi, saat ini, berpolitik. Mungkin, karena enak dan nikmatnya kekuasaan. Politik menjadi jalannya," ujar Ujang.

Dia menyebut hanya di era Jokowi, Gibran-Bobby maju ke Pilkada. Ia membandingkan dengan Presiden sebelumnya yang tak ada putra putrinya menjadi kepala daerah, saat aktif sebagai RI-1. "Ini Jokowi efek. Dan, bisa juga aji mumpung. Mumpung lagi berkuasa. Jadi, ingin ikut berkuasa juga," kata Ujang.

Mendapat kritikan, barisan pendukung Jokowi pun membela. Politikus PDIP, Andreas Hugo Parreira menegaskan, tak ada masalah dengan majunya Gibran-Bobby. Ia meminta, pihak yang kontra untuk berpikir obyektif tanpa diskriminasi.

Bagi Andreas, selama mengikuti prosedur, maka tak ada pelanggaran. Ia pun heran, jika ada anggapan etika yang dilanggar Gibran-Bobby.

"Jangan mendiskriminasi mereka, karena anak atau mantu Presiden. Kalau soal etik, kode etik mana yang dilanggar, beri kesempatan mereka untuk ikuti mekanisme dan prosedur yang berlaku," ujar Andreas kepada VIVAnews, Minggu 15 Desember 2019.

Dia mengingatkan, kondisi sistem demokrasi saat ini yang dianut di Indonesia. Menurutnya, dengan sistem demokrasi terbuka seperti sekarang, maka sulit dinasti politik bisa tumbuh dan hidup. Alasannya, rakyat yang punya suara pilihan.

"Dinasti hanya bisa tumbuh dan berkembang dalam sistem monarki atau sistem totaliterisme seperti yang sekarang masih berkembang di Korea Utara," jelasnya.

Artikel asli: Vivanews