GM Terminal Peti Kemas Bitung Bantah Labrang Crane Putus -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

GM Terminal Peti Kemas Bitung Bantah Labrang Crane Putus

editor: komentar.id
Minggu, 24 November 2019

Labrang crane di Peti Kemas Bitung diduga kendor menyebabkan aktivitas bongkar muat sempat terhenti. (Istimewa/Komentar.ID)

Bitung, KOMENTAR.ID

General Manager Terminal Peti Kemas Bitung (TPB) Muhamad Ayub Rizal angkat bicara soal terjadinya masalah di TPB pada Jumat (22/11/2019) kemarin.

Menurutnya dugaan yang disangkakan bahwa tali labrang atau Wire Crane putus ataupun tidak kuat menahan beban itu, tidak benar. "Kami sampai saat ini, sudah memeriksa langsung kemarin dan masih menginvestigasi kemungkinan penyebabnya agar bisa menjadi antisipasi ke depan," ujar GM kepada Komentar.Id via WhatsApp, Sabtu (23/11/2019).

Ia memastikan situasi di TPB sudah berjalan normal seperti biasanya. "Ya ini hanyalah insiden yang kami masih menelusuri penyebabnya. Apalagi usai kejadian pihak Polsek Pelabuhan langsung mengecek kondisi di TPB dan telah selesai dilakukan pemeriksaan," ujar salah satu staff di TPB.

Diketahui Jumat (22/11/2019) pantauan Komentar.ID bahwa alat crane di TPB tiba-tiba terhenti karena disinyalir terhentinya akan aktivitas bongkar muat diduga karena tali labrang crane melorot sehingga mengakibatkan aktivitas bongkar muat di TPB terhenti.

Sontak kejadian ini membuat beberapa kalangan sopir mempertanyakan akan fasilitas yang ada di TPB. "Kami curiga alat-alatnya sudah tua sehingga sering rusak dan bermasalah seperti ini," kata sejumlah sopir yang meminta namanya tidak disebutkan.

Kendati demikian salah satu crene yang sementara melayani proses bongkar muat diduga bermasalah sekitar pukul 17.09 WITA sehinga harus terhenti. Beruntung dalam insiden ini tidak ada korban atau menimpa truck kontainer.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samudera (KPS) Kota Bitung, AKP May D Sitepu SH SIK saat dikonfirmasi lewat WhatsApp membenarkan akan insiden tersebut.

“Memang dari penelusuran kami bahwa ada labrang untuk mengangkat tutup palka kendur dan tutup palka secara perlahan terjatuh di dermaga bukan putus. Dan tidak ditemukan korban,” kata dia.

(kee)