Berharap Prestasi Sulut di Popnas Tahun 1980-an Bisa Terulang -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Berharap Prestasi Sulut di Popnas Tahun 1980-an Bisa Terulang

editor: kimmy_mamahit
Selasa, 26 November 2019

Ketua KONI Sulut, Kolonel Inf Theo Kawatu. (File Komentar.ID)

Manado, KOMENTAR.ID

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 baru saja berakhir. Beruntung bagi Sulut, atlet Valentine Vanesa Lonteng berhasil meraih dua medali emas dari cabang olahraga atletik, yaitu Emas 100 Meter Putri dan 200 Meter Putri serta atlet Pencak Silat Asadulloh Sultan yang merebut emas untuk putra.

Sulut kabarnya menempati posisi 18 di klasemen akhir pengumpulan medali di Popnas 2019 dengan tiga medali emas. Ketua Harian KONI Sulut Kolonel Inf Theo Kawatu SIP teringat kembali akan prestasi atlet-atlet Sulut di Popnas era Tahun 1980-an. Dijelaskan, pada masa itu yaitu antara tahun 1982 hingga 1984, Sulut bahkan mampu mencapai peringkat lima besar di Indonesia.

Di cabang olahraga Tenis Meja, atlet Sulut Karno Manembu bahkan mampu meraih juara di Tingkat Yunior Asia di New Delhi India. Sulut begitu disegani di Indonesia termasuk dua atlet Tenis Meja lainnya Lakoro dan Henny Manembu.

Di Cabang Olahraga Atletik, Sulut di Popnas mampu meraih enam medali emas. Theo Kawatu merebut emas di Nomor Lari 400 Meter Putra, juga emas 4 x 400 Meter Putra dan Medali Perak 800 Meter Putra (2 Emas dan 1 Perak).

Alex Repi merebut Emas Nomor 1500 Meter Putra, Herman Mandagi meraih Perunggu 100 Meter Putra dan Emas 4 x 400 Meter Putra. Deasy Apituley merebut Emas 400 Meter Putri. Theo Kawatu bahkan mampu mencapai Semi Final Kejuaraan Dunia Atletik di Seoul Korsel. Begitu juga Nomor Estafet 4 x 400 Meter Putra, bersama Herman Mandagi, Suyono dan Ernawan Witarsa.

"Dulu Sulut bisa mencapai posisi lima besar Indonesia di Popnas. Sekarang di mana posisi Sulut ya? Padahal dulu tidak ada PPLP. Latihan sendiri," kenang Theo Kawatu yang kini Ketua Harian KONI Sulut. Dia berharap kejayaan prestasi atlet-atlet Sulut di era 1980-an tersebut dapat terulang kembali. 

(***)