Yang Lain Boyong Tiga Istri, Senator Ini Bawa Orangtuanya dari Desa -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Yang Lain Boyong Tiga Istri, Senator Ini Bawa Orangtuanya dari Desa

editor: komentar.id
Kamis, 03 Oktober 2019

Foto Angelo diapit kedua orangtuanya yang datang dari desa mencuri perhatian. (Istimewa/Genial.ID)

Jakarta, KOMENTAR.ID

Konon ketika yang lain sibuk jahit kebaya, jas dan sebagainya, Angelo lebih memilih fokus mendatangkan orangtuanya saat pelantikan Anggota DPR, DPD dan MPR di Senayan. 

Senator muda asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Angelius Wake Kako yang akrab disapa Angelo, mencuri perhatian publik lewat foto bersama kedua orangtuanya di halaman gedung MPR RI. 

Pria kelahiran 22 Januari 1990 ini terlihat beda. Ketua Presidium PP PMKRI periode 2016-2018 tersebut tampil percaya diri meskipun dari busana Angelo dan kedua orangtuanya tampak sederhana dan biasa-biasa saja.

Diketahui, alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini memang terlahir dari keluarga yang sederhana. Segala keterbatasan dan kesederhanaan yang dialaminya sejak masih kecil membuat ia tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan pantang menyerah.

Dari perjalanan hidup Angelo, mengutip Genial.ID, semenjak duduk di bangku SMP, ia sudah belajar memperjuangkan cita-citanya melampaui segala keterbatasan dirinya. Dari menjadi penjaja koran hingga menjadi kondektur angkutan umum pernah dinikmatinya demi cita-citanya.

Berkat kemampuan berorganisasi, loyalitas dan komitmen yang kuat, ia kemudian memantapkan keinginannya untuk mengambil bagian dalam perhelatan politik pada Pilpres 2019 dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI Dapil NTT. Nasib baik kemudian berpihak padanya. Angelo lolos ke Senayan dengan perolehan suara sebanyak 179.190.

Meskipun kini ia duduk sebagai anggota parlemen, Angelo tetap kuat dengan komitmennya dan tidak lupa darimana ia dibesarkan. Saat pelantikan, ia buktikan dengan tampil sederhana bersama kedua orangtuanya. Mereka tampil dengan segala kesederhanaan di saat orang-orang di Parlemen sibuk memamerkan kemewahan. 

Itulah Angelo, pemuda desa dengan daya juang yang kuat. Republik ini perlu diisi oleh orang-orang seperti Angelo. Orang yang tidak sibuk menimbun kekayaan di gedung parlemen. Namun kita butuh orang sederhana yang berjuang untuk rakyat. Berjuang mengembalikan wajah bangsa dari politikus-politikus yang haus akan harta kekayaan. 

(kid/gid/*)