Proyek Lantai II Kantor DPRD Manado Awas Asal Jadi, Komisi III Diminta Awasi! -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Proyek Lantai II Kantor DPRD Manado Awas Asal Jadi, Komisi III Diminta Awasi!

editor: komentar.id
Selasa, 15 Oktober 2019

Pembangunan lantai II Kantor DPRD Manado ini akan dilanjutkan di penghujung tahun. Kontraktor pelaksana pun diwarning atas pekerjaan proyek ini. (Istimewa/Beritakawanua.com)

Manado, KOMENTAR.ID

Pembangunan gedung permanen lantai II Kantor DPRD Manado, sudah akan dilanjutkan. Pemenang tender proyek berbanderol Rp 3 miliar ini, PT Altraco Utama Nusantara, sebuah perusahaan yang berkedudukan di Kelurahan Mahakeret Kecamatan Wenang. 

Terkait hal ini, aktivis Kota Manado Terry Umboh meminta kontraktor pelaksana proyek agar mengerjakan pekerjaannya dengan baik. “Ini proyek dengan anggaran besar. Selain itu hasil dari proyek ini juga sangat menentukan aktivitas lembaga dewan. Jadi jangan sampai asal jadi,” tegas Terry Umboh saat saling WhatsApp, Selasa (15/10/2019).

Dia berharap proyek lantai II Kantor DPRD Manado ini tidak akan bernasib sama dengan proyek lantai I yang terdapat banyak kekurangan. “Situasinya sama, sama-sama dikerjakan di akhir tahun. Mudah-mudahan kontraktor sekarang lebih profesional. Komisi III juga wajib mengawasi,” pesannya.

Diketahui proyek lantai I yang dikerjakan akhir tahun 2017 lalu, dinilai asal jadi. Tiga unit toilet umum tidak berfungsi serta pengecoran dinding yang tidak rata termasuk tidak ramah bagi kaum difabel.

Sementara, untuk proyek lanjutan pembangunan lantai II kantor dewan tahun ini dibanderol anggaran Rp 3.050.000.000, namun berhasil dilelang dengan nilai penawaran terendah Rp 2.269.984.251 oleh PT Altraco Utama Nusantara.

Penawaran yang jauh merosot ini diharapkan tidak mengurangi spesifikasi bangunan atau tidak sesuai bestek. Sayang, PT Altraco Utama Nusantara belum berhasil dimintai tanggapan wartawan. Namun, Kabag Keuangan DPRD Manado Constantine Doaly selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), membenarkan tender proyek tersebut sudah ada pemenang. 

“Iya sudah ada pemenang dan penawarannya kurang lebih begitu (Rp 2,2 miliar). Saya tidak tahu siapa pemilik perusahaannya tapi perusahaan itu memang berkedudukan di Mahakeret,” tutur Tein sapaan akrabnya via telepon, Selasa (15/10/2019).

Dia meminta wartawan untuk mencari informasi terkait pelaksanaan dan hasil tender secara langsung ke panitia bernama Brayen. Namun hingga berita ini dipublish, belum diperoleh keterangan dari panitia pelaksana tender.

(kid)