Komisi I Kunker ke Bogor, Pelayanan Perizinan Nyaris Sama dengan Manado -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Komisi I Kunker ke Bogor, Pelayanan Perizinan Nyaris Sama dengan Manado

editor: komentar.id
Rabu, 16 Oktober 2019

Suasana pertemuan Komisi I DPRD Manado bersama sejumlah Legislator Kota Bogor, Rabu (16/10/2019) siang. (Istimewa/Komentar.ID)

Bogor, KOMENTAR.ID  

Komisi I DPRD Manado menggelar kunjungan kerja ke Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10/2019). Mereka menyambangi kantor dewan setempat dan berdiskusi mengenai sistem pelayanan perizinan bersama sejumlah Legislator Kota Bogor.

Dari pertemuan dan diskusi tersebut, pelayanan perizinan di Kota Bogor diketahui telah menggunakan sistem online. Di mana 85 perizinan yang ada semuanya telah terkoneksi secara online. Sistem ini sendiri ternyata nyaris sama dengan yang diterapkan Pemkot Manado melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP).

“Sistemnya hampir sama. Intinya sistem online ini bagus sekali karena membuat pelayanan perizinan menjadi lebih cepat. Warga tidak perlu antri berlama-lama dan juga alur berkas atau dokumen perizinan yang diurus bisa diketahui secara online,” ujar Legislator Meikel Stif Maringka SH via WhatsApp, Rabu (16/10/2019) sore.

Dia menambahkan, pelayanan perizinan secara online system berdampak baik terhadap peningkatan pendapatan asli daerah atau PAD. Apalagi, katanya, perizinan dengan sistem online bisa memangkas alur birokrasi sehingga prosesnya menjadi lebih cepat dan tidak berbelit.

“Sebenarnya Kota Manado melalui Dinas PMPTSP juga sudah lama menerapkan pelayanan perizinan berbasis online. Bahkan kalau tidak salah sempat mendapatkan penghargaan. Nah ini bagus, tinggal bagaimana prosesnya yang mungkin harus lebih dipercepat. Sebab pada intinya semua pasti ingin proses pengurusan izin di Manado dilayani dengan lebih baik, profesional dan cepat,” tukasnya.

Diketahui, kunker Komisi I DPRD Manado dipimpin langsung ketua komisi Benny Parasan dan diikuti Legislator Vanda Pinontoan, Suharto Kiu, Meikel Stif Maringka, Franko Wangko, Jeane Laluyan dan Cristy Masengie.

(kid/tr-1)