Kerja Dinas Perkim Kota Manado, Buruk -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Kerja Dinas Perkim Kota Manado, Buruk

editor: komentar.id
Kamis, 03 Oktober 2019

Walikota Manado Vicky Lumentut, Wawali Mor Bastiaan, Sekkot Micler Lakat dan Waket DPRD Noortje Van Bone. (File/Komentar.ID)

Manado, KOMENTAR.ID

Cara kerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Manado dicap paling buruk se-Pemkot Manado. Ini berdasarkan data Badan Keuangan dan Aset Daerah yang menyebut realisasi fisik triwulan III instansi itu hanya 8,13 persen dengan realisasi keuangan sekitar 4 persen. 

“Dengan pagu anggaran sebesar Rp93,296 miliar, hingga triwulan III realisasi anggaran Perkim baru sebesar Rp4,335 miliar," kata Kepada BKAD Kota Manado Jhonly Evans Tamaka dalam Rapat Evaluasi dan Penyerapan dan Realisasi Anggaran Kota Manado di Ruang Serbaguna Pemkot Manado, Selasa (01/10/2019).

Sementara itu Dinas Ketenagakerjaan menjadi OPD dengan kinerja terbaik dengan realisasi fisik mencapai 74,63 persen dan realisasi keuangan sebesar 69,95 persen untuk triwulan III. Satuan Polisi Pamong Praja menempati urutan dua dengan kinerja terbaik diikuti Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan serta Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan.

Untuk pemerintah kecamatan dengan kinerja terbaik disemat Kecamatan Sario yang telah merealisasikan fisik sebesar 67,16 persen dan realisasi keuangan 66,19 persen, kemudian diikuti Kecamatan Malalayang dengan realisasi fisik 71,03 persen dan realisasi  anggaran sebesar 63,89 persen. Kecamatan Wanea berada di posisi tiga Kecamatan terbaik setelah menyelesaikan program fisik sebesar 73,53 persen dengam realisasi anggaran sebesar 61,26 persen. 

Sekkot Micler Lakat SH MH menegaskan bagi instansi termasuk kecamatan yang masih memenuhi standar untuk segera membenahi kinerja serta mengoptimalkan semua potensi yang ada sehingga pada akhir tahun semua realisasi fisik dan realisasi anggaran mencapai 100 persen. 

“Kepala dinas dan camat kinerja buruk supaya bisa berkonsultasi dengan kadis camat yang lain tentang bagaimana mengoptimalkan pagu anggaran sehingga tidak menghasilkan sisa lebih perhitungan anggaran," tegas Micler.

(frk)