Gaji Masih Belum Jelas, Rekrutmen P3K Pemkot Manado ‘Gigit Jari’ -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Gaji Masih Belum Jelas, Rekrutmen P3K Pemkot Manado ‘Gigit Jari’

editor: komentar.id
Selasa, 15 Oktober 2019

30 pegawai honor di Pemkot Manado naik kelas menjadi P3K. Setelah naik kelas, mereka belum bisa terima gaji karena tidak ditata dalam APBD. Tampak jajaran PNS dan THL Pemkot Manado saat apel di Lapangan Sparta Tikala. (Istimewa/Komentar.ID)

Manado, KOMENTAR.ID

30 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Pemkot Manado ternyata belum bisa menikmati gaji mereka meski telah dinyatakan lulus saat rekrutmen tahap I, tahun 2018 lalu. Usut punya usut, gaji untuk mereka belum terbayarkan karena terjadi miskomunikasi antara pemerintah kota dan pusat.

“Awalnya gaji untuk mereka pegawai P3K dianggarkan dalam APBN, namun ternyata dibebankan ke APBD. Nah perubahan ini yang membuat gaji mereka belum bisa dibayarkan karena tidak tertata di APBD tahun ini. Begitu,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kota Manado Xaverius Runtuwene SIP, saat saling WhatsApp, Selasa (15/10/2019).

Karenanya, 30 P3K Pemkot Manado menurut Xave hingga kini belum diakomodir secara resmi. Sebagai siasat penggantinya, 30 orang itu dijadikan tenaga harian lepas atau THL.

“Kondisi ini bukan hanya terjadi di Manado tapi juga di daerah-daerah lain. Jadi, kita tunggu saja petunjuk lebih lanjut dari pusat seperti apa langkah yang harus diambil ke depan perihal keberadaan P3K ini,” ujarnya. 

Secara terpisah, Asisten I Setda Pemkot Manado Frans Mawitjere SH menjelaskan, rekrutmen P3K  merupakan instruksi dari pusat dalam rangka memfasilitasi honorer yang sudah lama mengabdi namun tidak terakomodir di rekrutmen CPNS.

“Jadi pegawai honor yang sudah lama mengabdi, kita rekrut jadi P3K. Namun ternyata gaji untuk mereka dibebankan ke APBD bukan APBN. Informasi perubahan pembiayaan gaji ini tidak diketahui sejak jauh-jauh hari, makanya gaji mereka tidak ditata di APBD,” jelasnya.

Di satu sisi satu birokrat senior ini tidak menampik rekrutmen P3K akan menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan para honorer yang sudah lama mengabdi dan tidak lagi terakomodir dalam rekrutmen CPNS. 

“Karenanya saya kira program ini patut dipertimbangkan oleh pemerintah pusat, dan alangkah baiknya diterapkan demi kesejahteraan teman-teman THL,” tukas Mawitjere.

(kid)