Dihujani Tusukan oleh Muridnya Sendiri, Guru di Mapanget Meninggal -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Dihujani Tusukan oleh Muridnya Sendiri, Guru di Mapanget Meninggal

editor: komentar.id
Senin, 21 Oktober 2019

Nyawa Alexander Werupangkey tak tertolong setelah mendapat serangan dengan 12 tusukan dari muridnya sendiri. (Istimewa/FB)

Manado, KOMENTAR.ID

Seorang guru di SMK Ichthus, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Alexander Werupangkey (54), dilaporkan tewas setelah dihujani beberapa tusukan oleh FL, Warga Mapanget Barat, Senin (21/10/2019). FL diketahui adalah murid di sekolah tersebut.

Informasi dihimpun wartawan, awalnya korban menegur sejumlah siswanya yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah. Namun tak terima dengan teguran itu, FL sempat balik ke rumah dan mengambil sebilah pisau dapur.

Saat kembali ke sekolah, FL langsung menghampiri guru naas tersebut yang hendak bergegas pulang. Dalam sekejap, ia langsung menghujani tusukan secara membabi buta.

Korban sempat mendapat perawatan di RS Auri dan kemudian dilarikan ke RSUP Kandou karena menderita luka tusukan. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong lagi.

Korban saat mendapat perawatan intensif di rumah sakit. (Istimewa/FB)

Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani, ketika di konfrimasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar, Polsek Mapanget langsung merespon dan mendatangi lokasi kejadian. Memang benar adanya kasus penganiayaan dengan mengunakan senjata tajam terhadap seorang guru. Dan informasi terakhir yang masuk, korban katanya meninggal dunia. Pelakunya sudah diamankan,” ujar kapolsek via telepon.

Peristiwa ini sendiri merupakan serangan yang terbilang langka terhadap para staf pendidik di daerah ini.

Ungkapan belasungkawa pun berdatangan dari para murid dan rekan korban. Apalagi semasa hidup, Alexander Werupangkey dikenal sebagai salah satu guru favorit di sekolah tersebut. 

“Selamat jalan pejuang pendidikan Sulut,” tulis sejumlah guru di laman Facebook korban.

Jenazah Alexander terinformasi akan disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Malendeng malam ini dan setelah itu akan dibawa ke kampung halamannya di Sasaran Tondano Kabupaten Minahasa.

(tr2)