Ditengarai Main “Politik Dua Kaki”, Golkar Hilang Jatah Ketua Komisi di DPRD Manado -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Ditengarai Main “Politik Dua Kaki”, Golkar Hilang Jatah Ketua Komisi di DPRD Manado

editor: komentar.id
Rabu, 25 September 2019

Personil Fraksi Golkar di DPRD Manado periode 2019-2024. (Istimewa/Facebook)

Manado, KOMENTAR.ID

Partai Golkar di DPRD Manado besar kemungkinan hanya mendapat jatah wakil ketua komisi. Target meraih ketua di salah satu komisi harus kandas lantaran ditengarai bermain “politik dua kaki”.

Salah satu legislator kepada wartawan mengungkap, awalnya Golkar telah membangun koalisi bersama PDIP dan Demokrat. Koalisi dilakukan untuk membangun komposisi jabatan pimpinan di tingkat komisi. 

Namun di tengah jalan, Golkar ketahuan membangun koalisi lain bersama PAN dan Nasdem. “Koalisi mereka akhirnya ketahuan dan Nasdem memilih meninggalkan Golkar,” sebut legislator ini via ponsel, Rabu (25/09/2019) malam. 

Nasdem kemudian bergabung bersama koalisi PDIP. “Karena Nasdem juga tahu bila bersama Golkar dan PAN mereka terancam tak dapat jatah ketua komisi,” ungkapnya. Otomatis bangunan koalisi Golkar tersisa hanya bersama PAN. 

“Makanya Golkar hanya dapat wakil ketua komisi, tepatnya wakil ketua Komisi III. Sama halnya dengan PAN yang hanya mendapat jatah wakil ketua komisi,” sebutnya lagi. 

Sementara informasi lain menyebut, Partai Gerindra akan mendapat jatah Ketua Komisi I yang diprediksi disemat Benny Parasan, kemudian Komisi II dijabat Arthur Rahasia dari Nasdem, lalu Komisi III milik PDIP atas nama Jean Sumilat dan Komisi IV Lily Walandha. 

Partai Golkar sendiri disebut-sebut belum memasukan komposisi AKD serta komisi hingga paripurna penetapan tata tertib dilakukan Selasa (24/09/2019) malam. 
Namun ketika dikonfirmasi, Legislator Golkar Lilly Binti membantah. 

“Sudah so kase maso,” jawabnya via telepon Rabu (25/09/2019) malam. Namun dalam percakapan itu, Lilly belum sempat memberi penjelasan terkait bangunan atau komposisi Golkar di tingkat komisi. “Nanti telepon ulang, lagi di acara di Minsel, HUT-nya Ibu Tetty (Paruntu),” tukasnya.

KOMPOSISI PERSONIL KOMISI MINUS GOLKAR 

KOMISI I:
Benny Parasan (Gerindra/Ketua)
Christy Masengi (PDIP)
Jeane Laluyan (PDIP)
Vanda Pinontoan (Demokrat)
Franko Wangko (Nasdem)
Meikel Maringka (Golkar/?)
Robert Tambuwun (Perindo)
Suharto Kiu (Gerindra)
Bambang Hermawan (PAN)

KOMISI II:
Arthur Rahasia (Nasdem/Ketua)
Andre Gerungan (PDIP)
Hengky Kawalo (PDIP)
Maikel Towoliu (Demokrat)
Reynold Wuisan (Hanura)
Lilly Binti (Golkar/?)
Revani Parasan (Perindo)
Syarifudin Saafa (PKS)
Nanses Rakian (Gerindra)
Boby Daud (PAN)

KOMISI III:
Jean Sumilat (PDIP/Ketua)
Ronny J Makawata (PDIP)
Jemmy Gosal (PDIP)
Royke Anter (Demokrat)
Fredrik Tangkau (Nasdem)
Ridwan Marlian (Golkar/?)
Conny Rares (Golkar/?)
Mona Kloer (Gerindra)
Lucky Datau (PAN)

KOMISI IV:
Lily Walanda (Demokrat/Ketua)
Zakarias Tatukude (PDIP)
Rosalita Manday (PDIP)
Franseska Kolanus (Demokrat)
Yanti Kumendong (Nasdem)
Sonny Lela (Golkar/?)
Suyanto Yusuf (PKS)
Wahid Ibrahim (PAN)
Jurani Rurubua (PSI)

Badan Legislasi: Ketua PDIP 
Badan Kehormatan: Ketua Nasdem

*=belum terkonfirmasi

(kid)